Frans Putros Jatuh Hati pada Jersey Biru: Warna Baru, Semangat Baru di PERSIB

Frans Dhia Putros. Pemain belakang anyar PERSIB
Frans Dhia Putros. Pemain belakang anyar PERSIB

MERAHPUTIH I BANDUNG — Stadion Gelora Bandung Lautan Api membiru lebih dari biasanya pada Sabtu malam, 2 Agustus 2025. Di tengah gemuruh Bobotoh yang memadati tribun, satu nama mencuri perhatian: Frans Dhia Putros. Pemain belakang anyar PERSIB itu tampil penuh senyum, memperkenalkan diri kepada publik Jawa Barat sekaligus mengungkap rasa kagumnya pada kostum anyar Maung Bandung.

Bukan sekadar seremoni biasa, “Pesta Biru” malam itu menjadi titik awal babak baru bagi PERSIB Bandung. Klub kebanggaan warga Jabar memperkenalkan jersey resmi untuk musim kompetisi 2025/26, produk anyar dari merek asal Spanyol, Kelme. Bukan hanya para pemain yang tampak antusias, para pendukung juga langsung jatuh hati pada desain modern dan warna khas PERSIB: biru langit yang ikonik.

Salah satu yang paling terpukau adalah Putros. Bek Timnas Irak ini mengaku, untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya, ia akan tampil membela klub dengan mengenakan warna biru sebagai warna utama.

“Sejak saya mulai bermain sepakbola profesional, saya belum pernah memakai jersey warna biru untuk kompetisi liga,” ujar Putros kepada awak media di sela peluncuran. “Ini pengalaman baru yang menyenangkan. Desainnya keren dan nyaman dipakai. Saya suka sekali.”

Meski tampak begitu menghargai nuansa biru, Putros diam-diam menyimpan rasa cinta lebih dalam pada jersey tandang PERSIB yang didominasi warna putih. Menurutnya, warna tersebut mengingatkan pada seragam Tim Nasional Irak yang selama ini ia bela di berbagai ajang internasional.

"Jersey away PERSIB punya warna putih yang mendominasi, dan putih adalah warna favorit saya. Jadi saya tidak sabar ingin segera mengenakannya dalam pertandingan resmi," tutur pemain kelahiran 14 Juli 1993 itu sambil tersenyum.

Pernyataan Putros mencerminkan bagaimana detail seperti warna dan desain jersey bisa menjadi simbol emosional bagi seorang pemain. Dalam dunia sepakbola profesional, kostum bukan sekadar perlengkapan tanding, melainkan bagian dari identitas dan semangat juang di lapangan.

Putros sendiri resmi diperkenalkan sebagai pemain PERSIB pada pertengahan Juli lalu. Bergabung dari kamp latihan di Thailand, ia datang dengan reputasi tangguh sebagai bek yang disiplin dan berpengalaman. Keputusan manajemen Maung Bandung untuk merekrutnya menjadi bagian dari strategi memperkuat lini pertahanan.

Membela tim sebesar PERSIB tentu menjadi tantangan sekaligus kehormatan. “Saya tahu PERSIB adalah klub besar dengan sejarah dan dukungan luar biasa. Saya ingin memberikan kontribusi maksimal untuk tim ini,” ucapnya mantap.

Selain peluncuran jersey, acara Pesta Biru juga menjadi ajang pengenalan mitra sponsor serta susunan skuad PERSIB musim 2025/26. Para pemain, pelatih, dan tim manajemen naik ke atas panggung, disambut teriakan dan nyanyian penuh semangat dari ribuan Bobotoh.

PERSIB ingin mengawali musim ini dengan penuh gairah baru. Kerja sama dengan Kelme diharapkan tak hanya memperkuat tampilan luar tim, tetapi juga menciptakan identitas visual yang segar dan berkelas. Bagi Putros, ini adalah momen pembuktian.

“Saya ingin membalas kepercayaan klub dan para pendukung. Mengenakan jersey biru ini bukan hanya soal warna, tapi juga komitmen dan tanggung jawab untuk tampil habis-habisan di lapangan,” ujarnya.

Musim baru segera dimulai, dan PERSIB kembali ke medan laga dengan semangat segar. Satu hal yang pasti: biru bukan sekadar warna, melainkan semangat juang yang kini juga mengalir dalam diri Frans Putros. (red)

Editor : Redaksi