Bojan Hodak Optimistis Tatap Musim Baru: “Chemistry Tim PERSIB Makin Terasa”

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak

MERAHPUTIH I BANDUNG – Aura optimisme menyelimuti ruang ganti PERSIB Bandung jelang dimulainya musim baru Super League dan babak play-off AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26. Adalah sang pelatih, Bojan Hodak, yang meyakini skuad asuhannya kian matang dan siap menatap tantangan berat di depan mata.

Tak sekadar percaya diri, pelatih asal Kroasia itu punya alasan kuat. Dalam sesi latihan terakhir di Stadion Sidolig, Hodak menyebut bahwa perkembangan para pemainnya sangat signifikan baik secara individu maupun kolektif.

“Chemistry tim kami terus terjalin lebih baik setiap harinya. Sesama pemain kini sudah saling memahami dan itu tentunya bagus,” ujar Hodak saat ditemui usai memimpin sesi latihan, Kamis (7/8).

Komentar Hodak bukan isapan jempol semata. Dua gelar Liga 1 yang berhasil direngkuh secara beruntun pada musim 2023/24 dan 2024/25 menjadi bukti nyata bahwa PERSIB bukan hanya tim juara, tapi juga mesin sepak bola yang semakin solid dari waktu ke waktu.

Tantangan pertama langsung datang dari klub legendaris asal Sumatera Barat, Semen Padang. Kedua tim akan bentrok di laga pembuka Super League yang dijadwalkan digelar Sabtu, 9 Agustus 2025, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Hodak menegaskan bahwa laga pembuka adalah titik awal penting dalam menentukan arah perjalanan musim ini. Kemenangan bukan sekadar tentang tiga poin, tapi juga modal psikologis bagi para pemain.

“Yang terpenting bagi kami sekarang adalah memenangi pertandingan. Karena dengan itu, kekompakan dan kebersamaan akan terus semakin membaik,” tegasnya.

Jika musim lalu menjadi panggung pembuktian bagi Hodak dan anak buahnya, maka musim ini adalah tentang mempertahankan dan melangkah lebih jauh. Tak hanya soal domestik, PERSIB juga mengusung misi besar di kancah Asia melalui jalur AFC Champions League Two (ACL 2).

Hodak sendiri dikenal sebagai sosok yang teliti dalam membangun fondasi permainan. Dalam beberapa laga uji coba pra-musim, terlihat bagaimana ritme permainan PERSIB lebih cair dan penuh improvisasi. Pemain-pemain seperti Marc Klok, Ciro Alves, dan Rezaldi Hehanusa tampil makin menyatu, bahkan pemain-pemain muda pun mulai unjuk gigi.

“Inilah yang saya suka dari tim ini. Semua terus belajar dan berkembang. Kami punya keseimbangan antara pengalaman dan talenta muda,” tambah Hodak.

Super League musim ini bukan tanpa rintangan. Klub-klub lain seperti Bali United, Borneo FC, hingga Persija Jakarta juga memperkuat skuad mereka. Namun, bagi Hodak, kunci keberhasilan bukan hanya soal strategi atau pemain bintang, melainkan tentang kesatuan dalam tim.

“Sepak bola bukan hanya tentang individu. Ini adalah permainan kolektif. Ketika semua pemain tahu peran dan saling percaya, maka itulah kekuatan sejati,” tuturnya.

Dengan keyakinan tinggi dan skuad yang semakin kompak, PERSIB tampaknya siap kembali menorehkan tinta emas di kancah sepak bola nasional dan internasional. Dan Sabtu malam nanti, di bawah sorot lampu GBLA yang megah, langkah pertama menuju mimpi itu akan dimulai.

PERSIB belum selesai. Mereka justru baru memulai bab baru. (red)

Editor : Redaksi