Penegakkan PSBB Dituding Diskriminatif

Pria yang diduga Habib Umar Assegaf tengah berkelahi dengan petugas PSBB Surabaya, beberapa waktu lalu.
Pria yang diduga Habib Umar Assegaf tengah berkelahi dengan petugas PSBB Surabaya, beberapa waktu lalu.

MERAH PUTIH | Jakarta -Pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai telah membuat kebijakan yang terkesan diskriminatif sekaligus membuat kegaduhan selama penerapan PSBB. Hal ini diungkpakan oleh anggota DPR RI dari Fraksi PPP Arwani Thomafi.

Pria yang juga wakil ketua Komisi II DPR ini mengungkapkan, penegakan aturan PSBB di lapangan telah menimbulkan polemik, seperti kejadian yang kemarin viral menimpa Habib Assegaf di Surabaya. Dia lantas membandingkan dengan praktik BPIP dalam kegiatan konser virtual pada 17 Mei lalu yang tidak mengindahkan protokol kesehatan; di antaranya tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak fisik antar manusia sebagaimana terlihat saat foto bersama.

Kegiatan BPIP melalui Konser Virtual tersebut, kata dia, secara ide bagus. Namun ternyata menuai polemik yang menunjukkan ketidaksiapan penyelenggara, termasuk polemik terkait lelang motor listrik.

"Saat ini, Konser Virtual itu telah menjadi bahan sarkasme publik di media sosial. BPIP harus melakukan evaluasi terhadap kegiatan itu," katanya.

Terkait pelanggaran PSBB, lanjut dia, kita semua ingin tertib disiplin dan tegas dalam penegakan di lapangan, tetapi aparat jangan hanya keras dan tegas dengan satu kelompok tapi cenderung mendiamkan terhadap pelanggaran yang dilakukan kelompok lainnya.

"Kesan dan anggapan seperti ini semestinya tidak perlu terjadi. Kami menyesalkan terjadinya ribut-ribut soal pelanggaran PSBB yang berujung ketegangan antara masyarakat dan aparat," ucapnya. (rga)

Editor : Rangga Putra