Saddil Ramdani Klarifikasi Aksi Emosional: “Saya Marah pada Diri Sendiri, Bukan ke Siapa-siapa”

MERAHPUTIH I BANDUNG — Penyerang PERSIB Bandung, Saddil Ramdani, akhirnya buka suara soal momen emosionalnya ketika ditarik keluar oleh pelatih Bojan Hodak dalam laga panas kontra Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (27/10). Pemain asal Sulawesi Tenggara itu mengaku menyesal dan meminta maaf kepada rekan setim, pelatih, serta Bobotoh atas gestur kekesalannya di tepi lapangan.

Usai pertandingan yang berakhir dengan tensi tinggi lantaran Luciano Guaycochea diganjar kartu merah, Saddil sempat menunjukkan ekspresi kecewa saat digantikan Adam Alis Setyano. Aksi itu pun sempat menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai spekulasi.

Namun, dua hari berselang, Saddil meluruskan semuanya. Dalam pernyataannya di Stadion GBLA, Rabu (29/10), ia menegaskan bahwa emosinya bukan ditujukan kepada pelatih maupun rekan satu tim.

“Saya merasa marah pada diri sendiri, bukan pada pelatih, pemain, atau siapa pun,” ujar Saddil dengan nada tulus. “Saya kecewa karena belum bisa memberikan permainan terbaik untuk PERSIB.”

Saddil mengaku telah berbicara langsung dengan Hodak dan para pemain untuk menyampaikan permintaan maafnya. Ia tidak ingin insiden itu menimbulkan kesalahpahaman di internal tim.

“Saya sudah menjelaskan kepada pelatih dan teman-teman. Itu murni kesalahan saya. Saya hanya terlalu ingin membantu tim, terlalu bersemangat,” ungkapnya.

Pemain berusia 26 tahun itu menambahkan, rasa frustrasinya datang dari keinginan kuat untuk terus berkembang dan memenuhi ekspektasi Bobotoh.

“Saya ingin bermain di level seperti yang diharapkan semua orang — Bobotoh, pelatih, dan klub. Saya ingin maju dan berkembang untuk kebaikan tim ini,” kata Saddil menegaskan.

Di sisi lain, Bojan Hodak sendiri disebut sudah menerima permintaan maaf tersebut dan menilai reaksi emosional pemain sebagai bentuk ambisi positif selama dikelola dengan baik.

Meski sempat menjadi sorotan, langkah Saddil yang cepat mengklarifikasi dan meminta maaf menuai apresiasi dari publik. Banyak Bobotoh menilai kejujurannya menunjukkan kedewasaan dan komitmen untuk PERSIB.

Dengan sikap terbuka itu, Saddil berharap dapat kembali fokus membantu Maung Bandung menjaga tren positif di kompetisi Liga 1.

“Sekarang saya hanya ingin menatap ke depan, belajar dari kesalahan, dan memberikan yang terbaik untuk PERSIB dan Bobotoh,” tutupnya.(RED)

Editor : Redaksi