Barba Tinggalkan PERSIB, Tutup Kisah Manis dengan Gelar Juara Bersejarah
MERAHPUTIH I BANDUNG – Kebersamaan antara Persib Bandung dan Federico Barba resmi berakhir setelah kompetisi Super League 2025/2026 usai digelar. Bek asal Italia tersebut tidak akan lagi menjadi bagian dari skuad Maung Bandung pada musim mendatang setelah kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama seiring berakhirnya masa kontrak.
Perpisahan ini menjadi penutup perjalanan singkat namun penuh makna bagi Barba bersama PERSIB. Meski hanya membela klub kebanggaan Bobotoh selama satu musim, pemain kelahiran Roma itu berhasil menorehkan kontribusi penting dalam salah satu pencapaian terbesar sepanjang sejarah klub.
Barba menjadi bagian dari skuad yang sukses mengantarkan PERSIB meraih gelar juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Prestasi tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru karena belum pernah ada klub lain yang mampu mencatatkan hattrick gelar juara secara beruntun di era kompetisi profesional Indonesia.
Manajemen PERSIB pun menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan pemain bernomor punggung 93 tersebut selama membela panji biru.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan bahwa Barba telah memberikan kontribusi besar dalam keberhasilan tim memenuhi target utama musim ini.
"Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan untuk PERSIB. Dalam waktu yang relatif singkat, Barba mampu menunjukkan kualitas, karakter, dan profesionalisme yang membantu tim mencapai target besar musim ini. Ia menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang berhasil kita ukir bersama," ujar Adhitia.
Barba bergabung dengan PERSIB pada awal musim 2025/2026 setelah menyelesaikan masa baktinya bersama FC Sion. Kehadirannya saat itu membawa optimisme besar bagi lini belakang Maung Bandung mengingat pengalaman panjang yang dimilikinya di berbagai kompetisi elite Eropa.
Eks pemain yang pernah berkarier di Italia dan sejumlah liga Eropa tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Sejak awal musim, Barba langsung menjadi pilihan utama di jantung pertahanan dan menunjukkan kualitasnya sebagai bek modern yang tidak hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam situasi menyerang.
Sepanjang gelaran Super League 2025/2026, Barba tampil dalam 28 pertandingan dan mencetak lima gol. Catatan tersebut tergolong impresif bagi seorang pemain belakang, sekaligus membuktikan perannya yang sangat penting dalam berbagai situasi bola mati maupun serangan tim.
Tidak hanya di kompetisi domestik, Barba juga menjadi andalan PERSIB saat tampil di ajang AFC Champions League Two. Ia mencatatkan tujuh penampilan dan turut membantu tim bersaing menghadapi klub-klub terbaik di kawasan Asia.
Keberadaan Barba di dalam skuad juga memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar statistik pertandingan. Pengalaman panjang yang dimilikinya di sepak bola Eropa menghadirkan mentalitas kompetitif, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan yang menjadi nilai tambah bagi tim selama menjalani musim yang penuh tekanan.
Bagi para pemain muda, kehadiran Barba menjadi sumber pembelajaran penting, terutama dalam hal profesionalisme dan konsistensi menjaga performa di level tertinggi. Sikapnya di ruang ganti maupun saat latihan disebut menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga atmosfer positif di dalam tim.
Meski kini harus berpisah, manajemen PERSIB menegaskan bahwa kontribusi sang pemain akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub. Nama Federico Barba akan dikenang sebagai salah satu pemain asing yang turut mengantarkan Maung Bandung mencatatkan prestasi monumental dalam perjalanan mereka di sepak bola Indonesia.
Adhitia menegaskan bahwa keluarga besar PERSIB akan selalu membuka pintu bagi para pemain yang telah memberikan dedikasi terbaiknya untuk klub.
"Kami mendoakan Federico Barba senantiasa diberikan kesuksesan dalam perjalanan karier berikutnya. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar PERSIB dan turut menorehkan sejarah yang akan selalu dikenang. Pintu PERSIB akan selalu terbuka untuk para pemain yang telah memberikan hati dan dedikasinya bagi klub ini," katanya.
Berakhirnya kerja sama dengan Barba memang menandai berakhirnya satu babak perjalanan. Namun, kisah yang ditinggalkan bek asal Italia itu akan tetap hidup dalam ingatan Bobotoh. Dalam satu musim, ia berhasil menjadi bagian penting dari tim yang mengukir sejarah melalui raihan tiga gelar juara liga secara beruntun.
Sebuah pencapaian yang menjadikan namanya abadi dalam catatan perjalanan Maung Bandung.
Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah besar PERSIB. Namamu akan selalu tercatat sebagai salah satu sosok yang ikut membawa Maung Bandung mencapai puncak kejayaan.(ban)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih