Situs Suku Maya Tertua dan Terbesar Ditemukan
MERAH PUTIH | Arizona - Struktur monumental Suku Maya tertua dan terbesar dalam sejarah baru saja ditemukan, setelah para ilmuwan memetakan daerah di Meksiko selatan dengan laser via pesawat terbang, Jumat (6/6) waktu setempat.
Di lokasi yang berada di Aguada Fenix, para peneliti menemukan dataran tinggi buatan yang berukuran sekitar 0,9 mil (1,4 kilometer), lebar 0,2 mil (399 meter) dan tinggi antara 33 - 50 kaki (10 - 15 m). Situs ini diyakini berfungsi sebagai tempat pertemuan komunal untuk Suku Maya.
Temuan ini justru mengubah hipotesa terhadap Suku Maya selama ini. Soalnya, ketika itu belum ada sebuah dinasti yang mengatur bisa memerintahkan pembangunan struktur masif tersebut.
"Itu memaksa kami untuk mengubah pemahaman tentang perkembangan peradaban Maya dan perkembangan masyarakat manusia pada umumnya," kata Takeshi Inomata, seorang profesor antropologi di University of Arizona, yang memimpin studi baru pada penemuan tersebut kepada Live Science.
Para arkeolog pada umumnya berpendapat bahwa peradaban Maya berkembang secara bertahap. Dari 1200 SM hingga 1000 SM, orang-orang di dataran rendah Maya diperkirakan telah hidup berpindah (nomaden), dengan kombinasi berburu, mengumpulkan, dan bercocok tanam, termasuk menanam jagung.
Tidak sampai periode Preklasifikasi Tengah (1000-350 SM), desa-desa kecil mulai bermunculan, bersamaan dengan penciptaan keramik dan transisi menuju sedentisme - tinggal di satu tempat untuk waktu yang lama. Menurut teori ini, Maya tidak mulai membangun pusat upacara dengan piramida besar sampai beberapa waktu kemudian, sekitar 350 SM dan 250 SM
Namun, teori itu sekarang dipertanyakan kembali. Penanggalan radiokarbon dari 69 sampel Aguada Fenix menunjukkan bahwa struktur monumental itu digunakan sekitar tahun 1000 SM - 800 SM.
Tidak tersembunyi
Situs Aguada Fenix sejatinya tidak tersembunyi jauh di dalam hutan atau terkubur dalam tanah. Situ ini terletak di peternakan sapi di Tabasco, Meksiko, dekat perbatasan Guatemala barat laut.
"Tidak ada yang tahu tentang situs ini karena itu sangat besar, sehingga jika Anda berjalan di situs itu hanya terlihat seperti pemandangan alam," kata Inomata. (lvc/rga)
Editor : Rangga Putra
Harian Merah Putih