Pembunuhan di Surabaya, Korban Diduga Menolak Ajakan Seks Threesome
MERAH PUTIH | Surabaya - Motif di balik tewasnya seorang perempuan dalam kardus di Lidah Kulon mulai jadi bahan duga-menduga warga sekitar. Para tetangga menduga, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi lantaran pelayanan korban, yang belakangan diketahui berprofesi sebagai tukang pijat panggilan.
Menurut warga sekitar, Reni Agusetiawan, rumah tersebut ditinggali oleh pemilik rumah, Angga Ayu Widianingsih (40) bersama putranya Yusron (19) dan bayi yang berumur 1 tahun. Sehari-hari, Widia sering tidak di rumah.
"Bu Widi itu baik, tapi memang jarang pulang karena bekerja, dia tinggal sama putranya yang sudah besar satu dan bayi satu," cetus Reni, di sekitar lokasi kejadian, Rabu (17/6).
Reni menduga, pembunuhan tersebut dilakukan Selasa (16/6) malam. Pasalnya, sekitar pukul 05.00 WIB pagi, putra pertama Widia bernama Yusron keluar bersama dua temannya naik mobil avanza. Namun, ia tidak mengetahui kapan korban masuk ke dalam rumah Yusron.
"Jadi tadi pagi jam lima pagi, anaknya Bu Widi (Yusron) keluar bersama dua temannya naik mobil, entah Grab atau mobilnya siapa, ndak tau. Lha saya menduga itu habis membunuh semalam terus kabur," ungkap Reni.
Dari informasi yang diterima Reni, korban merupakan tukang pijat panggilan yang dipesan oleh Yusron semalam. Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh pemilik rumah, Widia, ketika pulang dari bekerja.
"Karena mengetahui ada mayat perempuan, ibunya laporan ke Polsek. Katanya itu wanita panggilan MiChat, mungkin karena tidak mau melayani bertiga jadi disiksa," tambah Reni.
Pelaku diburu
Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran membenarkan korban tewas akibat pembunuhan. Sebab, saat ditemukan korban berada didalam kardus bekas kulkas yang berada di dalam kamar pelaku (Yusron).
"Benar kami temukan korban berada di dalam kamar tersangka dalam kondisi penuh luka akibat benda tajam dan luka bakar di bagian kaki," jelas Sudamiran.
Ditanya profesi korban, Sudamiran mengatakan jika korban merupakan tukang pijat panggilan. "Korban tukang pijat. Dia dipanggil ke rumah itu per telepon," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran.
Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Octavia Widyawati alias Monik (33). Sedangkan YF merupakan anak pertama dari Angga Ayu Widianingsih, pemilik rumah tersebut. Mengenai pelaku, lanjut Sudamiran jika saat ini polisi sudah mengantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran.
"Sudah kami kantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran," tutup Sudamiran. (jim/rga)
Editor : Rangga Putra
Harian Merah Putih