Penutupan Pasar Kapasan Surabaya Akibat Penyebaran Corona, Ditolak HPPK
MERAHPUTIH | SURABAYA – Keputusan PD Pasar Surya Kota Surabaya tentang penutupan Pasar Kapasan selama 14 hari kedepan, menuai protes dari sejumlah pedagang pasar.
Pedagang pasar yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Kapasan (HPPK) mempertanyakan kebenaran info status positif virus corona, dan meminta PD Pasar Surya untuk mencari solusi bagi masa depan pedagang di Pasar Kapasan.
Ketua HPPK, Afandi mengungkapkan jika tidak ada diantara pedagang pasar yang terkena virus corona. Menurut info memang bukan pedagang yang terjangkit virus corona.
“infonya memang bukan pedagang yang terjangkit corona. Katanya ada salah seorang di Pasar yang terkena. Tapi tidak boleh disebutkan. Sebetulnya kami disini sudah tahu,” kata Afandi saat berada di Pasar Kapasan, Sabtu (4/4).
Bahkan, pedagang pasar ikut andil melawan corona, dengan melakukan cara pencegahan, sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah, pedagang tidak ada yang terkena corona. Teman-teman pedagang sering melakukan penyemprotan yang itu sesuai anjuran protokol Pemerintah dan menggunakan biaya sendiri,” ujar Afandi.
Mengenai penutupan pasar dalam jangka waktu 14 hari, pedagang sangat merasa bingung dan keberatan apabila kebijakan seperti itu ditetapkan. Bahkan keberlangsungan penutupan pasar juga dinilai akan mematikan ekonomi pasar dan orang-orang sekitar.
“Pedagang merasa sangat bingung dan keberatan tentang jarak penutupan. Pegawai-pegawai di sini bayarannya harian. Mereka mau makan apa kalau nanti ditutup,” tegasnya. (gun/jon)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih