Satu Reaktif, Hasil Tes Pekerja Migran Malaysia dan Papua

Tes Cepat di Bandara Juanda (Foto: ist)
Tes Cepat di Bandara Juanda (Foto: ist)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Sebanyak 152 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia dan 40 pekerja asal Papua menjalani tes cepat Covid-19, dari jumlah itu ada satu orang reaktif. Mereka adalah PMI yang tiba di Jatim.

Per hari Ini, mencapai 2.554 PMI asal Jatim yang telah menjalani rapid test sebelum dibantu kepulangannya ke kampung halaman masing-masing. Dari jumlah tersebut, mayoritasnya berasal dari Madura sebanyak 88 orang.

Meliputi Kabupaten Bangkalan 12 orang, Sampang 39 orang, Pamekasan 28 orang dan Sumenep 9 orang. Selebihnya PMI tersebut berasal dari beberapa daerah lain, termasuk 14 orang berasal dari luar Jatim. Sesuai protokol kesehatan, 152 PMI segera dilakukan rapid test sesaat setelah landing di Bandara Juanda.

Hasilnya, tidak ada satu pun PMI yang ditemukan reaktif. Kondisi itu berbeda dengan hasil pemeriksaan terhadap 40 pekerja Papua asal Jatim yang juga tiba di Surabaya Senin (22/6), kemarin melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Terdata, satu diantaranya reaktif.

"PMI yang datang kembali ke Jatim maupun yang dari luar pulau selalu di tes cepat. Untuk yang dari Malaysia alhamdulillah semua negatif. Sedangkan hasil pemeriksaan rapid test pekerja Papua, 39 orang dinyatakan non reaktif dan satu orang ditemukan reaktif. Setelah dites ulang dan hasilnya masih reaktif, pekerja tersebut akhirnya diantar ke RSUD dr Soetomo untuk dilakukan pemeriksaan swab PCR," kata Gubernur Khofifah, Selasa (23/6).

Berdasar data di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, sejak Maret hingga 22 Juni 2020, jumlah PMI yang pulang ke Jatim mencapai sebanyak 3.431 orang.

Dari jumlah itu, PMI yang di rapid tes sebanyak 2.554 orang, dilakukan Dinkes Prov Jatim bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, hingga saat ini terus memberikan perhatian atas kepulangan warga Jatim yang bekerja di luar negeri dan luar pulau.

Mereka yang pulang tak hanya didata dan di rapid test, tapi juga diberi bantuan sosial, berupa paket sembako dan uang sebesar Rp500 ribu.

Kemudian, saat kembali ke daerah asal, mereka juga difasilitasi bus gratis menuju kampung halaman masing-masing.

"Untuk pekerja Papua asal Ponorogo dan Tulungagung yang datang kemarin juga difasilitasi bus gratis sampai ke daerah asal. Mereka juga langsung dijemput Tim kabupaten," kata Kalaksa BPBD Jatim Suban Wahyudiono. (*)

Editor : Tudji Martudji