Bandara APT Pranoto Samarinda Siapkan Laboratorium Tes PCR Berbiaya Murah

Tim saat membahas alat Swab di Bandara APT Pranoto (Foto: ist)
Tim saat membahas alat Swab di Bandara APT Pranoto (Foto: ist)

MERAHPUTIH | SAMARINDA - Pengelola Bandara APT Pranoto Samarinda menyediakan fasilitas laboratorium untuk tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes swab. Tes swab dilakukan guna mendeteksi penumpang guna mengantisipasi penyebaran virus Corona, dan dimulai Agustus 2020, mendatang.

Kepala Bandara APT Pranoto, Dody Dharma Cahyadi, mengatakan pengoperasian alat itu hasil kerjasama antara perusahaan asal Singapura dan Hemera Internasional Group.

“Fasilitas ini kerjasama antara Laboratorium Bio Sewoom asal Korea dan perusahaan LG Internasional di bawah Emera Group, tujuannya untuk mempercepat penanggulangan penyebaran Covid-19 melalui penumpang yang keluar masuk melalui bandara,” kata Kepala Bandara APT Pranoto, Dody Dharma Cahyadi dalam presentasinya bersama Walikota Samarinda di Rumah Jabatan Walikota, Selasa (23/6).

Guna mewujudkan fasilitas itu dana digelontorkan Emera Group untuk membangun laboratorium di Bandara APT Pranoto mencapai Rp75 miliar. Luas ruangannya 460 meter. Jika terwujud, maka dalam sehari pihak laboratorium bandara bisa melakukan test uji sampel kepada 4 ribu penumpang pesawat terbang.

“Banyak keuntungan apabila fasilitas ini sudah tersedia, pertama harga terjangkau bagi penumpang, hanya membayar di bawah Rp1 juta. Maka sudah mendapat hasil sampel test swab dengan tingkat keakuratan diagnosa mencapai 99 persen. Keuntungan kedua, kecepatan akurasi hasil tes laboratorium hanya membutuhkan waktu 30 menit sampai 1 jam,” kata Dodi.

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, mengapresiasi langkah Bandara APT Pranoto yang telah bekerjasama dengan Emera Group untuk mewujudkan fasilitas laboratorium tersebut.

Menurut Syaharie, saat ini alat pendeteksi virus dengan tingkat akurasi yang mendekati sempurna dengan harga yang murah sangat dibutuhkan warga yang ingin bepergian keluar daerah, baik melalui jalur udara maupun air.

Disebutkan, meski di Samarinda ada alat tes swab, namun biayanya tidak murah "Di Samarinda memang ada, tapi biayanya tidak murah,” ujar Syaharie Jaang.

Ditambahkan, untuk tes swab berbayar warga bisa dikenakan biaya Rp1,8 juta. Belum lagi ditambah biaya tiket pesawat.

“Bisa jadi harga tesnya lebih besar daripada ongkos tiket pesawatnya,” ujar Syaharie Jaang didampingi Sekretaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin.

Terkait itu, pihaknya menyambut baik jika fasilitas laboratorium PCR milik Emera Group bekerjasama dengan Bandara APT Pranoto nanti sudah tersedia.

Diharapkan bisa membantu penumpang pesawat untuk melakukan tes swab dengan harga terjangkau, sesuai misi dan visi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di Tepian.

“Jujur saya pribadi juga tidak mau lengah dengan kondisi sekarang. Hingga hari ini melalui Dinas Kesehatan Samarinda, kami terus melakukan swab massal dengan target kelompok masyarakat tertentu, termasuk diantaranya aktivitas keluar masuk di pelabuhan. Karena apabila semua warga yang masuk ke Samarinda terindikasi negatif efeknya kita enak untuk menjual pariwisata di kota ini,” ujar Syaharie Jaang. (*)

Editor : Tudji Martudji