Keluarga Gilang Bungkus Minta Maaf
MERAH PUTIH | Surabaya - Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Puji Karyanto mengungkapkan, pihak keluarga dari Gilang, pelaku fetish kain jarik, telah bertemu dengan pihak dekanat.
Menurut Puji, pihak keluarga Gilang yang diwakili ibu dan kakaknya juga mempunyai perasaan bersalah dan menyesal tentang kasus fetish yang ramai ini.
"Intinya, pihak keluarga sama menyesalkannya. Sama dengan kami dan masyarakat," ungkap Puji, Selasa (04/8).
Menurut Puji, pihak FIB sendiri tidak dapat memaksa Gilang untuk hadir memenuhi panggilan. Selain itu, kampus pun tidak berwenang untuk melakukan upaya jemput paksa.
"Kampus itu kan lembaga akademik, tidak punya alat untuk melacak. Lagipula, itu bukan tugas kampus. Kami cuma berminat pada pelanggaran akademik dan etika berperilaku di kampus," terang Puji.
Lebih lanjut, Puji Karyanto mengatakan, rekomendasi penjatuhan sanksi telah dirumuskan oleh Dekanat FIB dan Komisi Etik Unair. Meski begitu, Dekanat FIB maupun Komisi Etik Unair tidak bersedia mengungkapkan rekomendasi sanksi yang diberikan kepada Gilang. Dasarnya, yang mempunyai kewenangan penjatuhan sanksi adalah pihak rektorat.
Disinggung mengenai dugaan pelecahan seksual yang dilakukan Gilang, Puji mewakili pihak dekanat menghaturkan permintaan maaf kepada publik. Selain itu, dia memastikan pihak dekanat FIB tetap berkomitmen menuntaskan kasus ini secara akademis.
"Kami punya komitmen untuk menuntaskan kasus ini dalam wilayah akademik, kalau wilayah pidana, jelas itu kewenangan penegak hukum," terang Puji. (her/rga)
Editor : Rangga Putra
Harian Merah Putih