PDIP: Cawali Surabaya Disimpan
MERAH PUTIH|Jakarta – Pengumuman calon wali kota (Cawali) dan calon wakil walikota (Cawawali) pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) molor. Ini menjadi tanda tanya mengingat Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto sebelumnya mengatakan bahwa Cawali dan Cawawali Surabaya 2020 sudah diputuskan. Jadi, ada apa?
Awalnya, PDI Perjuangan berencana mengumumkan Pasangan Calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Surabaya pada Senin 24 Agustus. Kemudian beredar informasi pengumuman tersebut bakal dilakukan pada 28 Agustus. Ternyata, pengumuman tersebut molor lagi. Nama paslon itu masih belum dibuka ke publik dan masih tersimpan di dalam sebuah amplop.
Ketua DPP PDIP bidang Politik Puan Maharani yang menunjukkan sebuah amplop tertutup itu ketika selesai membacakan 4 pasangan calon gubernur-wakil gubernur dan 58 calon wali kota/bupati PDIP di pengumuman gelombang IV yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (28/8/2020). Amplop itu berisi nama calon wali kota-calon wakil wali kota Surabaya.
Awalnya, Puan memanggil para pengurus PDIP di Jawa Timur dan Surabaya. Namun, karena masalah teknis akibat jaringan internet, para pengurus Jawa Timur belum bisa masuk. Puan pun berinisiatif dan menyatakan bahwa sudah ada nama-nama calon dari PDIP yang akan diumumkan.
"Terkait calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di kota Surabaya ini sudah ada suratnya. Karena belum tersambung, nanti akan diumumkan pada waktu yang akan datang," sebut Puan.
"Jadi, terkait dengan Kota Surabaya, DPP PDI Perjuangan tentu saja sudah mempunyai nama yang akan dimasukkan sebagai calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. Jadi sebagai informasi, bahwa PDI Perjuangan siap untuk maju di kota Surabaya," tandas wanita yang juga Ketua DPR RI ini.
Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP mendengarkan semua masukan dari masyarakat Surabaya sebagai kelanjutan kepemimpinan Tri Rismaharini "Ibu Risma terbukti mampu membangun Surabaya dalam wajah kebudayaan, wajah keindahan, wajah kota hijau dan asri," kata Hasto.
"Dan di Surabaya, kita lihat banyak panglima-panglima yang mampu membawa kehormatan partai di sana. Ada mas Bambang DH di sana, kemudian Wali kota Surabaya yang meskipun dikepung Ibu Risma mampu menunjukkan dukungan rakyat yang luar biasa. Lalu kemudian ada Mas Whisnu (Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana, red), ada Mbak Puti Guntur Soekarno sebagai anggota DPR RI di kota Surabaya," kata Hasto.
Dalam kesempatan itu, Hasto menambahkan acara pengumuman kali ini diawali dengan gelar kebudayaan sebagai perwujudan gagasan Bung Karno yakni mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam Kebudayaan. Tari yang ditampilkan adalah tari Bali karena memang pengumuman ini yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat di Provinsi Bali.
Rabu (26/8/2020) lalu, Hasto Kristiyanto menegaskan partainya sudah memutuskan siapa calon wali (Cawali) dan wakil walikota pada Pilwali Surabaya 2020. Meski sudah diambil keputusan, tetapi Hasto belum menyebut siapa nama pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada) yang direkom tersebut. Hasto hanya memberi sinyal bahwa Cakada Surabaya adalah perpaduan antara Internal dan Eksternal (kader dan non kader) maupun sebaliknya, yakni Eksternal dan Internal.
"Yang pasti adalah perpaduan antara internal-eksternal atau eksternal-internal. Itu yang sudah kami lakukan dan keputusan sudah diambil dan tinggal menunggu momentum tepat untuk hal tersebut," ujar Hasto usai pembukaan Sekolah Cakada PDIP Gelombang II menuju Pilkada Serentak 2020 secara daring, di Jakarta.
Sejumlah nama tengah digodok di DPP PDIP, yang menguat adalah wakil wali kota Whisnu Sakti Buana yang juga kader PDIP. Selain ada nama Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi yang disebut-sebut sebagai penerus Tri Rismaharini. (jta/ara)
Editor : Ali Mahfud
Harian Merah Putih