Eri Cahyadi Siap Wujudkan Surabaya Berkelas Dunia, Apa Idenya?
MERAH PUTIH|Surabaya- Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengikuti sekolah calon kepala daerah (Cakada) yang dihelat DPP PDI Perjuangan (PDI-P) sejak Minggu hingga Selasa, 13-15 September 2020. Selama sekolah partai ini, mantan Kepala Bappeko Surabaya ini digembleng tentang ideologi Pancasila hingga berbagai perspektif pemikiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno (Bung Karno).
Eri Cahyadi merasakan materi-materi yang bersifat ideologis semakin melengkapi bekal teknokrasi yang telah dipunyai selama belasan tahun berkiprah di Pemkot Surabaya. "Kukuhnya ideologi berpadu dengan pengalaman strategis dan teknis yang telah kami lalui tentang tata kota, drainase, arsitektur, kota masa depan, hingga good governance. Insya Allah semuanya menjadi bekal ketika memimpin Surabaya,” kata Eri di Surabaya, Selasa (15/9).
Pada Pilwali 2020 ini, Eri Cahyadi berpasangan dengan Armudji, kader senior PDIP yang juga mantan Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019. Pasangan ini diusung PDI-P yang memiliki 15 kursi DPRD Kota Surabaya. Setelah menerima rekomendasi, Eri lantas mundur dari statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Ia pun langsung mengurus Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP, mengikuti jejak mentornya Tri Rismaharini yang kini menjadi Ketua DPP PDI-P Bidang Kebudayaan. Masa kepemimpinan Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya 2020 bakal berakhir Februari 2021. Eri Cahyadi digadang-gadang sebagai pengganti Risma.

Karena itu pula, Eri Cahyadi mengikuti sekolah cakada yang digelar DPP PDI-P. Berbagai materi dan penguatan ideologi serta pemikiran Bung Karno yang diajarkan pada sekolah tersebut, menurut Eri Cahyadi mengingatkannya kepada berbagai program kerakyatan Wali Kota Tri Rismaharini. Banyak program kerakyatan di Surabaya yang terinspirasi pemikiran Bung Karno dalam menempatkan kemandirian rakyat sebagai tujuan utama kebijakan politik negara.
"Makanya di tengah kemajuan pesat Surabaya, wong cilik selalu diperhatikan. Ada program membagikan makanan bergizi gratis tiap hari ke puluhan ribu warga, fasilitasi usaha rakyat hingga ekspor, ruang publik yang gratis diakses warga untuk rekreasi, hingga penataan kampung,” papar Eri.
Secara khusus Eri mengingat program pemberdayaan dan penataan kampung yang terus digeber Risma. Dalam program pemberdayaan dan penataan kampung, Eri Cahyadi termasuk salah seorang pelopor dan penggeraknya.
"Surabaya dari hari ke hari terus maju dan modern. Namun, Bu Risma kukuh bahwa modernisasi jangan menghilangkan kampung. Sehingga kampung-kampung terus diberdayakan, ditata, dari sisi kebersihan hingga kemandirian ekonominya,” ujarnya.
"Program-program yang baik dari Bu Risma akan diteruskan, ditingkatkan, diberi sentuhan inovasi sesuai tantangan zaman. Kita gotong royong wujudkan Surabaya kota berkelas dunia yang manusiawi dan menyejahterakan warganya,” pungkas Eri.
Pada Pilkwali Surabaya 2020, Eri Cahyadi-Armudji bakal berhadapan dengan bakal pasangan calon Machfud Arifin-Mujiaman yang diusung koalisi delapan partai politik, yaitu PKB, Gerindra, Golkar, Demokrat, Nasdem, PPP, PAN, dan PKS. (rga)
Editor : Ali Mahfud
Harian Merah Putih