CFD dengan Bersepeda Kini menjadi Gaya Hidup

Komunitas sepeda Bringkang rajin melakukan tour gowes ke luar kota. IST
Komunitas sepeda Bringkang rajin melakukan tour gowes ke luar kota. IST

MERAHPUTIH| SURABAYA-Hari bebas kendaraan bermotor ( car free day/CFD international) diperingati setiap 22 September, kemarin. Di masa pandemi saat ini, CFD menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan. Bahkan, CFD yang biasanya dilakukan seminggu sekali dengan bersepeda saat ini menjadi lifestyle atau gaya hidup.

Tidak hanya di perkotaan, di desa pun bersepeda menjadi booming. Dari catatan Harian Merah Putih, klub-klub sepeda bermunculan di kawasan Gerbang Kerta Susila (Gresik Bangkalan Mojokerto Surabaya Sidoarjo dan Lamongan).

Salah satunya adalah Komunitas OnthelBringkang (Kombi).  Klub sepeda yang kini beranggotakan sekitar 75 orang itu rutin menggelar touring. Baik di kawasan Surabaya, Gresik hingga Mojokerto. "Terakhir touring kami ke kawasan Pacet," kata Andik Knoxs.  Andik menambahkan, klub mereka tidak membatasi jenis dan merk sepeda. "Tapi sekarang kan lagi musim mini tracker. Jadi kebanyakan untuk anggota pria menggunakan mini tracker," ungkap pria pengusaha kontruksi itu.

Mini tracker menurut Andik adalah modifikasi sepeda yang di era 1980-1900-an booming yaitu sepeda mini. Ukurannya bisa 20 dan 24. Nah, sepeda mini ini kemudian dipasangi rear derailleur (RD) yang berfungsi untuk memindahkan rantai pada sprocket 1 ke posisi lain sesuai dengan perintah dari shifter. "Tapi kalau ibu-ibu atau anggota perempuan biasanya menggunakan sepeda MTB," ungkap Andik.

Menurutnya, bersepeda saat ini bukan hanya untuk menjaga kondisi tubuh. Bersepeda juga merupakan gaya hidup. Dengan bersepeda, akan tersalurkan hobi juga nikmat sehat. "Apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan agar imun kita meningkat. Salah satu caranya ya bersepeda," jelasnya.

Senada dengan Andik, Agus Yoyok pentolan Harpexs Club, Benjeng, Gresik menyebut, bersepeda kini adalah kebutuhan. "Kebutuhan akan hidup sehat ya harus olahraga. Nah, olahraga yang bisa diaplikasikan oleh segala usia menurut saya ya bersepeda," ungkap pria yang karib disapa Kaji Budi itu. Ia menyebut, klub bersepedanya bukan hanya gowes tiap minggu. "Bisa dibilang setiap hari. Kebetulan kawasan rumah kami dekat dengan perbukitan dan hutan jati serta hutan kayu putih. Jadi setiap hari kami bisa menghirup udara sehat," bebernya.

Menurut Kaji Budi, hari CFD harusnya tidak hanya menjadi simbol tanpa kendaraan bermotor. CFD juga harus diaplikasikan dalam kehidupn sehari-hari. "Misalnya kalau ke pasar yang jaraknya hanya sekitar 3 sampai 5 kilo sebaiknya menggunakan sepeda. Selain sehat juga membantu mengikis polusi," jelas pria yang merupakan dedengkot Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) itu. (ono)

Editor : Eko Yudiono