Ada Ancaman Resesi, Cawali Eri Cahyadi Tempatkan UMKM Jadi Solusi

Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

MERAH PUTIH | Surabaya - Di tengah ancaman resesi ekonomi, Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armuji hadir memberi solusi. Salah satunya, menempatkan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sebagai pendorong pemulihan ekonomi.


Selama menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya 2018-2020, Eri Cahyadi sudah menjalankan program Surabaya Smart City (SSC) yang menjangkau lebih 500 kampung di Surabaya dengan beragam potensi UMKM di dalamnya. Kini, Eri Cahyadi mendorong UMKM melakukan digitalisasi. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memperluas jangkauan pasar dan mendorong UMKM agar segera naik kelas.

Hal itu pula yang disampaikan Eri Cahyadi saat bertemu dengan puluhan perwakilan UMKM se-Kecamatan Rungkut, pekan kemarin. “Digitalisasi bisa menjangkau pasar lebih luas,” kata kata Eri Cahyadi saat dihubungi Selasa (13/10/2020).

“Saya percaya bahwa UMKM bisa menjadi penopang perekonomian di masa pandemi. Apalagi secara nasional, serapan tenaga kerja dari UMKM saja mencapai 98 persen. Artinya, jika UMKM bergeliat, maka sebagian besar ekonomi masyarakat akan bergerak,” lanjut dia.

Eri mengatakan, di negara-negara maju UMKM tak cuma berkutat di pasar domestik. Negara seperti Korea Selatan, misalnya. UMKM bahkan bisa menjalin kerjasama dengan korporasi besar dari Amerika Serikat. Bahkan, produk-produk seperti suku cadang kendaraan dan elektronik diproduksi UMKM negeri ginseng tersebut. “Kalau ada kesulitan permodalan, kita akan fasilitasi akses agar dapat modal untuk tembus pasar mancanegara,” terang mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya ini.

Sebelum pandemi, Eri Cahyadi sejatinya sudah merintis upaya membangun UMKM berbasis kampung. Yakni dengan program Surabaya Smart City (SSC) yang melombakan setiap kampung di Kota Surabaya untuk punya produk unggulan bernilai ekonomi. Lomba tersebut mampu memberdayakan 500 kampung hingga mampu memiliki produk unggulan. Produk-produknya bervariasi mulai dari jamu herbal, kue kering, sayur-sayuran, hingga produk kerajinan tangan.

Ia menambahkan UMKM juga sebagai usaha yang mampu merangkul banyak pihak dan bisa dimulai dari rumah. Karena itu Eri menyebut UMKM adalah salah satu faktor yang mampu mencegah resesi. Selama pandemi, banyak pegawai dirumahkan. Ia melihat bahwa UMKM adalah jalan keluar.

“Ada ratusan yang tidak bekerja sehingga UMKM bisa mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan warga. Jadi bisa membantu perekonomian semua orang,” kata Eri.

Dalam konteks Surabaya, upaya fasilitasi UMKM dalam kegiatan perekonomian kota telah dimulai Eri sejak dirinya memimpin Bappeko. Saat itu, Eri bertemu pemilik hotel dan apartemen agar menggunakan produk UMKM Surabaya. Dengan begitu, kata Eri perekonomian warga meningkat.

“Sehingga, perekonomian warga bisa berputar untuk warga. Pemkot bisa mendorong warga untuk berkreasi lebih kreatif. Jadi saya berharap betul ada sinergi antara Pemkot dan UMKM. Saya bisa dibantu keinginan dan harapan warga apa saja. Apapun yang bikin UMKM lebih melesat,” tandas Eri. (rga)

Editor : Ali Mahfud