Pemkot Surabaya Mencla-Mencle Soal Posko Sterilisasi

Penyemprotan disinfektan yang dilakukan Pemkot Surabaya di Jl. A Yani. ( foto : hmp/gun)
Penyemprotan disinfektan yang dilakukan Pemkot Surabaya di Jl. A Yani. ( foto : hmp/gun)

MERAHPUTIH |SURABAYA - Setelah sempat dicabut beberapa hari yang lalu, kini posko Sterilisasi kembali dibuka lagi oleh Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, dan kembali ditempatkan di 18 titik akses pintu masuk ke kota Surabaya. Alasanya karena imbauan penguatan di masing-masing wilayah RW melalui surat edaran Walikota dinilai belum cukup, maka kemudian posko itu beroperasional kembali.

“Sehingga kita harus memperkuat jaringan yang masuk ke Surabaya. Supaya ini tidak menulari, kita selesaikan yang di dalam Surabaya. Ada 18 titik (posko), yang sebelumnya 19,” ucap Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser, di Balai Kota Surabaya, Sabtu (11/4).

Menurut Fikser, Langkah ini dilakukan Pemkot Surabya sebagai upaya Preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan.

“Jadi posko barrier untuk perbatasan wilayah dibuka lagi hari Jum’at (10/4) kemarin, itu mulai beroperasional. Ada 18 posko yang disiapkan pemerintah kota,” kata Fikser.

Fikser menjelaskan, fungsi dari posko itu sendiri sama seperti semula. Pertama, memberi imbauan kepada warga yang akan masuk ke Surabaya, agar tidak masuk kalau memang tidak punya kepentingan yang mendesak. Kedua, melakukan penyemprotan disinfektan di setiap kendaraan.

“Seluruh body mobil, terus juga pemeriksaan suhu tubuh untuk semua pengunjung. Ini memang agak menghambat, tapi kita tidak melarang akses mobilisasi,” pungkas Fikser. (gun)

Editor : Lasiono