Dua Pelaku Cabul di Sidoarjo Terancam Hukuman 15 Tahun

MERAHPUTIH | SIDOARJO - Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap dua kasus pencabulan dengan korban masih di bawah umur dan menangkap dua orang pelakunya.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha menerangkan bahwa kedua pelaku yang diamankan adalah Moh Khodar (53) warga Menganti, Gresik dan Kalvin Kristianto (18) warga Kec. Waru Kab. Sidoarjo.

Dalam dua kasus pencabulan ini Ambuka menjelaskan bahwa modus pelaku juga berbeda.

"Modusnya beda, tersangka satu (Kalvin) modusnya dengan memaksa korban sebut saja bunga untuk minum minuman keras, dan setelah itu tersangka mengajak korban pergi ke bangunan kosong yang tidak jauh dari tempat minum miras tersebut hingga terjadilah pencabulan," jelas Ambuka di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (16/10/2020).

Ditambahkan Ambuka, sedangkan untuk kasus yang satu lagi, pelaku Khodar menggunakan modus memberikan korban sebuah jimat.

Namun, jimat yang berupa cambuk kecil dari tembaga itu malah membuat korban pusing, dan akhirnya pelaku berhasil mencabuli korban.

"Modus tersangka yang satu (Khodar) dengan memberi korban sebuah sikep (jimat) berupa cambuk kecil yang terbuat dari tembaga. Tersangka berkata bahwa jimat tersebut sebagai penjaga korban dan didalam jimat tersebut ada penunggunya (makhluk halus) lalu korban disuruh menyimpan dan membawanya kemanapun korban pergi, kemudian korban merasakan pusing dan terjadilah pencabulan," terang Ambuka.

“Penangkapan terhadap tersangka dilakukan tak lama setelah adanya laporan dari pihak keluarga korban,” imbuh Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha.

Barang bukti yang diamankan polisi dari dua kasus pencabulan itu yakni, Jimat berupa besi kecil berbentuk cambuk, beberapa potong baju korban dan pakaian dalam korban.

"Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat tiga tahun dan denda paling banyak Rp. 300 juta, dan paling sedikit Rp. 60 juta," jelas Ambuka.(her)

harianmerahputih.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top