Pilwali Surabaya 2020

Masakan Eri Cahyadi Dipuji Pengusaha Kuliner, Ini Rahasianya

MERAH PUTIH | Surabaya - Diam-diam Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya Eri Cahyadi ternyata pintar memasak. Bahkan, masakannya dipuji pengusaha muda kuliner Wilson Tirta.

Wilson tak menyangka Eri Cahyadi bisa memasak enak. Menariknya, Cawali yang diusung PDIP ini menggunakan resep warisan Presiden RI pertama, Soekarno atau Bung Karno. Ini diperlihatkan Eri saat memasak gulai daun singkong.

"Kemarin (21/10), Mas Eri ikut kegiatan memasak bersama milenial Surabaya di Klakahrejo. Diam-diam ternyata jago masak, rasa masakannya enak," ujar Wilson Tirta yang juga Wakil Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya, Kamis (22/10).

Wilson ditemani chef muda Reyhan Dhira di acara tersebut memasak tiga resep, yaitu acar telur, terik tahu tempe, dan gulai daun singkong. Resep masakan tersebut mengacu pada Mustika Rasa", buku setebal lebih dari 1.100 halaman yang mendokumentasikan resep ratusan masakan Nusantara. Penyusunan buku yang terbit tahun 1967 itu diinisiasi Presiden Seokarno.

Sementara itu, Ketua TMP Surabaya Aryo Seno Bagaskoro menyampaikan pihaknya ingin mengajak anak-anak muda untuk ikut melestarikan kekayaan kuliner Nusantara.

"Di tengah pandemi, anak-anak muda harus hadir menggerakkan perekonomian dengan ikut membeli dan melestarikan produk Indonesia yang khas, termasuk kuliner. Ini merupakan perwujudan ajaran Trisakti Bung Karno untuk memperjuangkan ekonomi berdikari," ujarnya.

Cawali Surabaya Eri Cahyadi mengaku menikmati saat memasak bersama milenial Surabaya. Berulang kali ia melemparkan canda kepada warga yang hadir. Ia memadukan daun singkong dan santan dengan beragam bumbu, mulai bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, hingga daun salam.

"Kunyitnya 1 ruas. Ini dimasak dengan hati, rasanya pasti enak. Apalagi mengacu ke resep di buku yang penyusunannya diinstruksikan oleh Bung Karno," ujar Eri memeragakan jari telunjuk, sesuai nomor urutnya dalam Pilkada Surabaya, yang langsung direspons tepuk tangan warga.

Seusai memasak, warga diajak untuk ikut mencicipi masakan Eri yang kemudian dilanjut makan bersama. Eri mengatakan, sektor kuliner adalah bagian dari subsektor ekonomi kreatif yang berkembang pesat di Surabaya. Warung-warung rakyat, UMKM, hingga industri rumahan yang bergerak di sektor kuliner terus tumbuh, meski kini sempat melambat karena dampak pandemi COVID-19.

"Kekayaan kuliner tradisional ke depan terus diperhatikan, apalagi kuliner ini basisnya kampung, jadi sekaligus menyejahterakan warga kampung. Kami fasilitasi akses modal, pemasaran hingga ke hotel dan mal, serta pendampingan kualitas produk," pungkas mantan Kepala Bappeko Surabaya ini. (ara/rga)

harianmerahputih.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top