Terima Pekerja Asing tanpa Swab Test, Perusahaan Tambang Ricuh

RIBUT: Pekerja PT Halmahera Persada Lygen kocar-kacir. Foto: Ist
RIBUT: Pekerja PT Halmahera Persada Lygen kocar-kacir. Foto: Ist

MERAHPUTIH| MALUKU UTARA-Keributan terjadi di perusahaan tambang PT Halmahera Persada Lygen, Senin, (13/4) siang. Dari video singkat yang diterima harianmerahputih.id, tampak para pekerja berhamburan karena lemparan batu. Tidak jelas dari mana dan siapa yang melakukan lemparan batu sehingga pekerja setempat kocar-kacir.

Dalam video terlihat juga anggota TNI dengan senjata laras panjang berusaha meredam keributan. Informasinya, keributan terjadi karena pekerja lokal menolak kedatangan 9 tenaga kerja asing (TKA) yang diterbangkan langsung dari Manado ke wilayah tambang di daerah Kawasi, Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Alasan penolakan karena para TKA datang tanpa swab test ketika datang ke PT Halmahera Persada Lygen. Tindakan pencegahan dari otoritas daerah maupun Provinsi Maluku Utara juga tidak ada. Sangat disayangkan memang, di tengah pandemi Covid-19, seenaknya saja pekerja asing didatangkan tanpa menjalani serangkaian tes. Hingga berita ini diturunkan jurnalis harianmerahputih.id masih melakukan penelusuran lebih lanjut. (red/ono)

Editor : Eko Yudiono