Diduga Kelompok Anarko, 10 Anak Punk Diamankan di Malang

Anak Punk yang diduga kelompok anarko di Malang. ( foto :/hmp/ris)
Anak Punk yang diduga kelompok anarko di Malang. ( foto :/hmp/ris)

MERAHPUTIH|SURABAYA - Polda Jawa Timur mengamankan 10 anak punk, yang diduga tergabung dalam kelompok Anarko. 10 anak punk ini diamankan di sekitar traffic light exit tol Lawang, Malang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, 10 anak tersebut diduga melakukan aksi vandalisme. Karena ditemukan tulisan "Bubarkan Negara" dan "Rakyat Tidak Butuh Negara" di Underpass Karanglo Singosari.

"Diduga kuat dilakukan oleh kelompok anarko atau anak punk, mengingat kelompok tersebut merupakan kelompok jalanan yang sering menolak kebijakan Pemerintah dan adanya lambang anarko pada tulisan tersebut," Ucap Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Senin (13/4).

Mantan Kabid Humas Jabar ini menambahkan, bahwa sampai saat ini penyidik akan mendalami dengan petunjuk dan bukti yang ada, yang menunjukkan simbol yang sama dengan kelompok Anarko yaitu huruf A yang dilingkari," ungkapnya.

"Serta tulisan tulisan yang sifatnya beberapa analogi kekerasan, kebebasan dan sesat pada kaos yg mereka gunakan namun mensrea (niat) kejahatannya akan penyidik dalami lagi," tambahnya.

Dalam kasus ini, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti milik para anak punk. Ada tujuh tas yang berisikan pakaian, alat-alat mandi hingga semir sepatu. Selain itu, Polisi juga menyita 4 unit handphone (1 diantaranya telah rusak). Namun tidak didapatkan grup whatsapp atau telegam di dalamnya. Selain itu, tidak didapatkan postingan atau ajakan yang menjurus anarkis.

Namun, Polisi menemukan simbol A melingkar bulat mirip anarko pada selebaran kain merah bertuliskan Kromoson. Polisi juga menyita beberapa kaos yang bertuliskan ‘Kamilah Negatif, Doktrin Sesat Para Keparat’ hingga kaos bertuliskan ‘Back For War, Beranal Pribumi’. Sampai saat ini, 10 anak punk tersebut masih diamankan di polsek lawang. (ris )

Editor : Lasiono