Surabaya PSBB, Ekonomi Masyarakat Terhenti

Anggota Komisi A DPRD kota Surabaya, Syaifudin Zuhri. (foto : hmp/gun)
Anggota Komisi A DPRD kota Surabaya, Syaifudin Zuhri. (foto : hmp/gun)

MERAHPUTIH |SURABAYA - Sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya menganggap, jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan di Surabaya, justru itu akan membuat masyarakat menderita. Hal itu disampaikan anggota Komisi A DPRD kota Surabaya, Syaifudin Zuhri.

Politisi asal Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan, hal itu dianggap sangat tidak efektif jika dilakukan tanpa kajian yan pas dari Pemerintah Kota Surabaya. Ia mengungkapkan, memang secara teknis perlu dilakukan tapi atas dasar kajian yang sesuai.

"Surabaya ini kan kota metropolis yang artinya sebagai kota untuk di jadikan ladang penghasilan uang bagi masyarakat Surabaya bahkan Jawa Timur. Kalau, tidak dikaji secara matang akan kacau," ujarnya.

Pria yang biasa disapa cak Ipuk ini menambahkan, maka ketika PSBB itu dilakukan Pemkot harus sudah siap segala sesuatunya terutama di sektor ekonomi. "Kalau tidak ada persiapan, malah tidak menyelesikan covid justru malah mematikan perekonomian masyarakat," imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A.H Thony. Ia mengungkapkan, Surabaya dirasa belum punya persiapan yang matang terkait PSBB ini. Sehingga perlu dikaji secara detail untuk menerapkannya.

"Pandemi Covid-19 yang ada di Jakarta dengan Surabaya jauh berbeda karena kondisinya masih relatif terkendali apalagi jumlah angkanya relatif lebih sedikit," ungkap A.H Thony.

Politisi asal fraksi Gerindra ini menambahkan, dari data sementara yang positif terjangkit Virus Corona sudah mencapai ratusan. Artinya yang perlu dipikirkan pertama ialah bagaimana upaya pemkot untuk antisipasi agar tidak terus meningkat.

“Langkah yang perlu ditempuh adalah sikap tegas dari Pemerintah dan aparat termasuk kedisiplinan masyarakat supaya masyarakat benar betul betul melaksanakan SOP yang dterapkan oleh Pemerintah,” pungkasnya. (gun)

 

Editor : Lasiono