Khofifah : Pemkot Surabaya Harus Punya Langkah Konkret Pencegahan
MERAHPUTIH |SURABAYA - Semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang positif virus corona atau Covid-19 di Surabaya, membuat Walikota Surabaya Tri Rismaharini semakin gencar menyusun strategi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
Salah satunya dengan melakukan audensi dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugraha di halaman kantor taman Surya, Selasa (14/4).
Dalam audiensi itu, Wali Kota Risma didampingi oleh Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita dan Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser.
“Bu Risma dan Pak Sandi diskusi banyak. Salah satunya jumlah yang terkonfirmasi apakah mereka dari orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan (PDP). Atau data dari luar, yang kemudian test swabnya di Rumah Sakit Surabaya dari luar masuk terus jadi seperti itu,” kata Fikser.
Sementara perkembangan hingga hari ini, jumlah pasien positif Corona di Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Kabupaten Lamongan meningkat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta kepala daerah, khususnya Pemkot Surabaya menyiapkan langkah konkret pencegahan dan pemutusan penularan Virus Corona.
Adapun persebaran virus Corona di Jawa Timur yang terkonfirmasi positif, sebanyak 474 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.498 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 14.981.
Dari jumlah tersebut, Kota Surabaya menempati urutan terbanyak positif Corona sebanyak 228 orang. PDP 536 orang dan ODP 1.447 orang. Kabupaten Sidoarjo ada 45 pasien positif Corona, 104 orang PDP dan 463 ODP. Kabupaten Gresik sebanyak 18 orang positif, 85 orang PDP dan 1.058 orang ODP. Kabupaten Lamongan positif Corona 25 orang, PDP 103 orang dan ODP 247 orang. (gun/red)
Editor : Lasiono
Harian Merah Putih