Uji Klinis Vaksin Merah Putih Dipercepat agar Bisa Diproduksi Massal

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam acara roadshow laboratorium mobile BSL-2 varian bus di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat. (ANTARA/HO/UGM)
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam acara roadshow laboratorium mobile BSL-2 varian bus di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat. (ANTARA/HO/UGM)

MERAHPUTIH|JAKARTA-Uji klinis vaksin Merah Putih dipastikan akan dipercepat. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro. Harapannya, akhir 2021 vaksin tersebut bisa diproduksi secara massal.

 

"Kami sudah komunikasi dengan Bio Farma sudah komunikasi dengan BPOM kita akan melakukan upaya percepatan untuk uji klinis, tetap dengan memperhatikan semua protokol yang dibutuhkan," kata Bambang PS Brodjonegoro dalam acara roadshow laboratorium mobile BSL-2 varian bus di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, demikian seperti dilansir ANTARA, Jumat.

Menurut Bambang, pihaknya telah mengeluarkan surat keputusan menteri untuk melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu institusi yang mengembangkan vaksin merah putih dengan menggunakan platform protein rekombinan.

"Kebetulan UGM menggunakan protein rekombinan," kata dia.

Ia mengatakan ada tiga pengembangan bibit vaksin yang progresnya paling cepat yakni yang masing-masing dikembangkan oleh Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, serta Lembaga Eijkman.

"Nah perkiraannya ketiganya punya potensi menyerahkan bibit vaksin kepada Bio Farma di triwulan satu tahun depan," kata dia. (red)

 

Editor : Eko Yudiono