Tanpa Identitas, Anak Punk Asal Pasuruan Dipulangkan dari Bali

Empat Anak Punk dipulangkan dari Bali (Foto: ide)
Empat Anak Punk dipulangkan dari Bali (Foto: ide)

MERAHPUTIH | BALI - Kepolisian Kawasan Laut Gilimanuk mengamankan empat anak berpakaian laiknya Gaya Punk. Mereka kemudian dipulangkan kembali ke Jawa Timur melalui Pelabuhan Gilimanuk. Empat anak Punk ini tidak membawa identitas dan bekal yang cukup, tidak punya tujuan jelas juga pekerjaan apa yang hendak dikerjakan. Padahal, aparat terkait baik TNI Polri Satpol PP dan pihak penanggungjawab di Pelabuhan Gilimanuk sedang melakukan Penanggulangan Covid-19.

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, pihaknya melakukan pemulangan pada Minggu (19/4) siang ini, terhadap mereka. Mereka tidak membawa identitas KTP, bekal yang cukup dan tiba di Bali dengan menumpang truk yang tidak diketahui oleh sopirnya.

"Jadi, mereka kami pulangkan karena mereka tidak mempunyai tujuan yang jelas. Apalagi, juga tidak membawa KTP dan bekal yang cukup," ucap Kompol Gusti Nyoman.

Sambung Sudarsana, ke empat anak itu bernama Abdul Mujid, Muhamad Rasidi, Muhamad Iklil Zahron dan Muhamad Zidan, asal dari Pasuruan Jawa Timur.

Saat itu, kepada mereka juga dilakukan Rapid Tess, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Hasil tes, mereka semua negatif. Usai menjalani pemeriksaan, empat anak jalanan itu akhirnya dipulangkan ke Jawa dengan KMP Trans Jawa 9.

"Kami melakukan pengawasan intensif terhadap barang, orang dan kendaraan sehingga tidak ada yang lolos ditengah wabah virus Corona ini," tegasnya.(ide/tji).

Editor : Tudji Martudji