Bang Moh, Tokoh Sepakbola Nasional Tutup Usia

Slamet Nur Cahyo dan Bang Moh. ist
Slamet Nur Cahyo dan Bang Moh. ist

MERAHPUTIH| SURABAYA- Surabaya khususnya dan Indonesia pada umumnya kehilangan salah satu tokoh sepakbolanya. H.Barmen atau karib disapa Bang Moh, pemilik Assyabaab, klub anggota PSSI Surabaya meninggal tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-76, Selasa, (17/7/2021) sekitar pukul 9.30 WIB. Meninggalnya Bang Moh hanya beberapa jam setelah tokoh sepakbola asal Makassar Andi Salam Tabusalla.

Selain pembina Assyabaab, Bang Moh juga pernah menjadi asisten manager Persebaya. Bang Moh adalah tokoh panutan dan guru bagi semua tokoh-tokoh Persebaya ketika itu termasuk Saleh Mukadar cs.

Bang Moh juga dikenal sebagai motivator ulung dan mampu membangkitkan semangat para pemain yang bertanding. Kandang Persebaya, Stadion Tambaksari ketika Bang Moh menjadi asisten manager dibuat angker. Hampir tidak ada tim yang bisa mengalahkan Persebaya ketika bermain di Tambaksari.

Dedikasi Bang Moh juga sangat luar biasa. Ketika Persebaya terpecah menjadi dua. Juga ketika Kompetisi internal tidak jelas juntrungannya karena ada dualisme kompetisi yaitu Kompetisi Internal Persebaya dan PSSI Surabaya, Bang Moh yang tinggal di kawasan Ampel itu tetap membina klub Assyabaab. Dia tidak pernah absen datang ke latihan di lapangan Bumimoro.

Totalitas ditunjukkan Bang Moh dalam melakukan pembinaan pemain. Suatu ketika sekitar 2009, Bang Moh mengatakan, membina sepak bola itu harus tulus, ikhlas dan tanpa pamrih. “Jangan sampai hidup dari sepakbola. Tapi bagaimana caranya menghidupi sepakbola,” ungkap Bang Moh.

Karena itu, Bang Moh sangat konsisten dalam melakukan pembinaan pemain-pemain muda di Assyabaab. Para pemain yang tidak punya pekerjaan lain ia pekerjakan di toko kain miliknya. Siang bekerja, sore baru berlatih atau bertanding.

Di kompetisi PSSI Surabaya, Bang Moh juga sangat loyal. Bonus besar tidak  segan-segan ia gelontorkan ketika Assyabaab menang di kompetisi. Karena itu, para pemain Assyabaab selalu tampil ngotot dan menjadi langganan juara kompetisi interal PSSI Surabaya.  

Slamet Nur Cahyo, pemain Madura United yang merupakan jebolan Assyabaab mengaku sangat kehilangan. “Kaget ketika mendapatkan info bahwa Bang Moh telah tiada. Bang Moh sering memberikan masukan ketika saya sowan ke rumahnya,” ungkap Slamet yang langsung naik kelas ke Persebaya ketika belum semusim bergabung dengan Assyabaab itu. Slamet hanya bisa mendoakan agar Bang Moh mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT.

Selamat jalan Bang Moh, Surabaya khususnya dan Indonesia pada umumnya sangat kehilangan tokoh bola sepertimu. (red)

Editor : Eko Yudiono