Ambon Jajaki Kerjasama Sister City dengan Paris dan Havana

International Virtual Confrence (ICV) “446 Anniversary of Ambon City” dengan tema Music Is My Live berlangsung secara virtual menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. HMP/BOY
International Virtual Confrence (ICV) “446 Anniversary of Ambon City” dengan tema Music Is My Live berlangsung secara virtual menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. HMP/BOY

MERAHPUTIH| MALUKU- Ambon jajaki Kerjasama sister city,  kota kreatif dengan Metz Paris dan Havana Kuba. Walikota Ambon Richard Louhenapesy  optimistis penetapan Ambon sebagai Kota Musik Dunia oleh UNESCO memberi harapan baik. Salah satunya yang dilakukan Pemkot adalah proses menuju kerjasama sister city dengan Kota Metz di Paris Prancis dan Havana Kuba.

Kerjasama ini mendapat sinyal positif dari Duta Besar Indonesia untuk Republik Cuba, Bahamas, Dominican Repulikan, Haiti dan Jamaica, Nana Juliana maupun Prof Ismunandar sebagai Duta Besar  Indonesia untuk UNESCO di Paris Prancis.

Louhenapessy pada acara International Virtual Conference yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Ambon Music Office (AMO), di Balai Kota, Selasa (31/8/2021) mengatakan, Ambon harus melangkah lebih maju sebagai kota yang kreatif dari segi budaya setelah ditetapkan sebagai City of Music oleh UNESCO Oktober 2019 lalu.

Pengembangan Ambon menjadi kota kreatif setelah Ambon ditetapkan oleh UNESCO sebagai City of Music pada tanggal 31 Oktober 2019.
Menurut Louhenapessy, musik tidak sekedar hoby, tetapi harapan, Musik harus dikemas secara kreatif sehingga berdampak luas bagi pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan memanfaatkan 47 kota musik dunia yang ditetapkan UNESCO maupun 246 kota kreatif yang masuk dalam Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Ambon harus bergerak semakin kreatif baik dari segi budaya pariwisata dan tentunya musik itu sendiri.

Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies menjelaskan, konfrensi musik internasional ini merupakan peluang besar Ambon untuk membangun kerjasama dengan kota – kota di Indonesia maupun di mancanegara terutama dengan kota-kota musik dunia lainnya.

Loppies berharap melalui  International Virtual Confrence 446 Anniversary of Ambon City, berbagai pandangan, pengalaman, akan berdampak ganda (multiplier effect) tidak saja bagi pengembangan Ambon sebagai City of tetapi juga Ambon sebagai kota kreatif, baik dari ekonomi pariwisata dan budaya.

International Virtual Confrence (ICV) “446 Anniversary of Ambon City” dengan tema Music Is My Live berlangsung secara virtual menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri.

Para pembicara diantaranya, Director UNESCO City of Music Mannheim, Rainer Kern, Duta Besar Indonesia untuk Perancis dan Wakil Delegasi tetap RI untuk UNESCO, Prof. Ismunandar; Vice Governoor of Suphanburi Province yang merupakan Kota Kreatif berbasis music di Thailand, Choocheap Pongchai, Duta Besar Indonesia untuk Kuba, Bahamas, Republik Dominic, Haiti dan Jamaica, Yana Yuliana, Executive Chairman of the Indonesian National Commission for UNESCO, Ministry of Education,Culture, Research and Technology, Rachman.

Pembicara Lainnya dalam even ini adalah Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekraf RI yang menjadi inisiator Ambon City Of Music, Ari Juliano Gema, Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki Satari,  Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek, Hilmar Farid, Pengamat dan wartawan senior musik Indonesia, Bens Leo,  serta Musisi Senior Indonesia, Harry Anggoman. (boy) 

 

Editor : Eko Yudiono