KONI Pusat Beri Apresiasi Khofifah
MERAHPUTIH I SURABAYA - Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jawa Timur berlangsung hari ini hingga besok, 27 Januari 2022 di Surabaya.
Selain pemilihan ketua umum terdapat beberapa agenda lain seperti laporan kegiatan, keuangan, program pembinaan prestasi olahraga serta pembentuka kepengurusan KONI Jatim.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengharapkan ketua umum KONI Jawa Timur terpilih akan mampu melanjutkan prestasi Jawa Timur selama ini yang sudah sangat baik. Menurutnya, Jawa Timur merupakan salah satu barometer pembinaan olahraga nasional.
" Saya berharap ketua KONI Jatim yang baru melalui musorprov ini bisa melanjutkan karya pak Erlangga selama jadi ketua KONI," jelas Marciano Norman kepada media.
Selain mengapresiasi kerja keras pembinaan ateltnya, Marciano juga mengapresiasi apresiasi yang diberikan gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga sudah memperhatikan masa depan atlet dengan memberikan beasiswa.
" KONI Jawa timur telah kerja keras melakukan pembinaan olahraga prestasi hasilnya mereka konsisten prestasi di tiga kali PON. Dengan pembinaan luar biasa dan dukungan bu Gubernur yang besar tidak hanya mempersiapkan atlet, rekrutmen, pembinaan dan masa depan atlet beasiswa hingga S-3 ini harus jadi kebanggan kita Insya Allah prestasi olahraga kedepan lebih baik," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berjanji untuk memberikan perhatian kepada para atlet, terlebih bagi mereka yang telah membawa nama harum Jatim bahkan Indonesia di kancah Internasional.
Diantara perhatian kepada para atlet yang telah berprestasi membawa nama Jawa Timur tersebut adalah membekali para atlet untuk dapat berwirausaha ketika mereka telah pensiun dari menjadi atlet. Yaitu dengan memberikan pelatihan kewirausahaan yang bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk salah satu perguruan tinggi swasta ternama.
"Mereka telah membawa nama Indonesia, juga tentunya nama Jawa Timur, sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi, perhatian kepada mereka yang telah berjuang menjadi pahlawan, patriot olahraga," ucapnya.
Khofifah berharap, para atlet bisa berkehidupan layak setelah tidak lagi berstatus sebagai atlet. Karena banyak diantara para atlet yang setelah pensiun kemudian memilki kehidupan yang memprihatinkan. Hal tersebut sangat jauh berbeda dengan apa yang telah mereka berikan kepada daerah, bangsa dan negaranya.
"Ketika mereka tidak lagi menjadi atlet mereka dapat melanjutkan dengan menjadi wirausaha, dapat memilki kehidupan yang layak," tuturnya.
Sementata itu, Erlangga Satriagung yang akan berakhir masa jabatannya sebagai ketua KONI Jatim, berpesan kepada ketua terpilih untuk siap menghadapi tantangan besar.
Erlangga berharap ketua umum KONI Jawa Timur tidak hanya berfokus pada prestasi di PON 2024-2025 di Aceh dan Sumatera Utara. Sebab masih ada lagi yang perlu disiapkan yakni mencetak atlet di level internasional.
" Tantangan yang lebih besar asalah mencetak prestasi internasional. Saya sudah sampaikan bahwa jangan punya target hanya di PON, tapi target internasional minimal asia tenggara di setiap cabor bisa berprestasi, maka PON nanti akan ringan. Tapi kalau hanya di PON internasionalnya nanti terlewati. Jadi targetnya harus internasional," jelas Erlangga.
Sementara untuk PON, Erlangga berpesan untuk Jawa Timur menyiapkan 15 cabang olahraga yang saat PON Papua ditiadakan. Jatim harus siap memetakan potensi masing-masing cabang olahraga sehingga peluang meraih medali tidak beralih ke wilayah rival yakni Jawa Barat dan DKI Jawa Barat.
" Tantangan terbesar di PON 2024-2025 di Sumut dan Aceh nanti ada 15 cabor tambahan yang kemarin tidak dipertandingkan di Papua. 15 cabor ini banyak yang tidak terukur. Dari 15 cabor itu masih banyak potensinya. Tantangannya nanti bagaimana, kalau ga bisa diambil Jawa Barat dan DKIJakarta," tambahnya.
Sejauh ini ada beberapa cabang olahraga yang perlu di pertahankan prestasinya di tingkat internasional seperti Paralayang, Panjat Tebing, Tenis dan Boling.
" Syukur cabor yang sudah juara dunia paralayang , panjat tebing, tenis, boling, tinggal di dorong lagi juara internasionalnya," tutup Erlangga. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih