Video Viral Risma, Reni Astuti : Jangan Sampai Ada Warga Yang Lapar Lho...

Tri Rismaharini Walikota Surabaya dalam video yang sempat viral. (foto : gun/hmp)
Tri Rismaharini Walikota Surabaya dalam video yang sempat viral. (foto : gun/hmp)

MERAHPUTIH.ID - Sempat beredar video viral yang tersebar di media sosial (medsos) terkait pernyataan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang menyatakan bahwa harus ada penjaminan nafkah sebelum mengambil sebuah keputusan.

Dalam video yang berdurasi sekitar 1 menit tersebut, Walikota perempuan pertama di Surabaya itu mengatakan, jika seandainya Surabaya melakukan Lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hal pertama yang di pikirkan ialah konsekuensinya yang terjadi.

"Konsekuensinya ketika Lockdown atau PSBB itu sebetulnya orang yang nggak bisa mencari nafkah itu harus dijamin dengan adanya keputusan itu," ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, ada sekitar 766 ribu orang non KK Surabaya yang juga harus dipikirkan nasibnya. Menurutnya, meskipun tidak ber KTP Surabaya tapi mereka mencari makan di Surabaya.

"Jadi kalau saya mengambil keputusan Lockdown atau PSBB saya harus bisa menjamin tujuh ratus enam puluh enam ribu (766) sekian itu agar bisa makan," pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti mengatakan, jangan sampai ketika PSBB ini diterapkan ada warga Surabaya yang mengalami kesulitan makan. Sehingga politisi dari frkasi PKS itu mendorong Pemkot Surabaya harus segera melakukan pendataan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya.

"Tolong bu wali agar data terupdate, baik lurah dan camat agar memastikan warga di wilayahnya baik KK Surabaya maupun non Surabaya yang tidak mampu berhak untuk dibantu agar terdata," pungkasnya.(gun)

 

Editor : Lasiono