MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam penutupan Business and Member Gathering DPP Apindo Jatim yang berlangsung di Novotel Samator, Surabaya, Sabtu (6/8).
Gubernur Khofifah mengapresiasi kehadiran berbagai unsur mulai dari Apindo, Kadin, asosiasi usaha, perwakilan dari buruh yaitu FSPSI, TNI dan Polri. Suasana kondusif seperti ini menurut Khofifaf mampu membawa Jatim dalam kondisi yang mendukung untuk terus tumbuh.
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
”Sinergitas yang terbangun itulah yang menjadikan investor mempercayakan investasinya di suatu daerah,” ujar Khofifah.
Seperti disebutkan, pada kuartal II tahun ini pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,44 persen (YoY). Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,44 persen (YoY).
Dari sisi pendapatan daerah, Jatim juga merupakan yang tertinggi. Data Laporan Realisasi Anggaran per 30/7/2022 pada Dirjen Keuangan Daerah kementerian Dalam Negeri menunjukkan pendapatan Pemprov Jatim sebesar Rp16,43 triliun atau yang terbesar secara nasional. Sedangkan untuk realisasi belanja merupakan tertinggi ketiga setelah Jawa Barat dan Bengkulu.
Dari sisi neraca perdagangan. Walaupun perdagangan luar negeri di tahun lalu mengalami defisit Rp56,21 triliun, namun perdagangan daerah surplus Rp151,37 triliun sehingga total perdagangan di 2021 surplus Rp95,16 triliun.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
”Saya ingin menyampaikan, 16 provinsi di Indonesia timur hampir 80 persen logistiknya disuplay dari Jatim. Selain itu dari 32 rute tol laut, 27 dari Surabaya,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah juga menyerahkan 5 ribu bendera merah putih secara simbolis kepada Ketua DPP Apindo Jatim untuk selanjutnya dibagikan ke seluruh Jawa Timur. Ini merupakan bagian dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di mana Pemprov Jatim membagikan 77 ribu Bendera Merah Putih gratis kepada masyarakat di Jatim.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Eddy Widjanarko optimistis perekonomian Jatim segera bangkit dan berkembang jika melihat grafik pertumbuhan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Salah satunya adalah investasi yang meningkat tajam. Pada triwulan II/2022 investasi yang masuk ke Jatim naik 69,2 persen (YoY).
”Lebih tinggi dari nasional di mana pertumbuhan investasinya di triwulan II/2022 sebesar 35,5 persen (YoY),” ujar Eddy. (red)
Editor : prass prasetyo