Bawalah Politik Kebangsaan Bagian dari Ruh Proses Demokrasi Indonesia

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Peserta Rapat Evaluasi Nasional VI Himpunan Mahasiswa Politik Indonesia (Himapolindo) 2022

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak Peserta Rapat Evaluasi  Nasional VI Himpunan Mahasiswa Politik Indonesia (Himapolindo) 2022 membawa politik kebangsaan menjadi bagian dari ruh proses demokrasi di negeri ini.

Demikian disampaikan gubernur saat makan malam bersama Peserta Rapat Evaluasi  Nasional VI Himapolindo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya

"Selamat datang di Bumi Majapahit, selamat datang di Surabaya, bawalah kesan yang baik saat kembali pulang dan tinggalkan yang jelek-jeleknya," pintarnya.

Menurut gubernur, pada Himapolindo ada delegasi perguruan tinggi dari berbagai daerah yang dikirim untuk menjadi peserta rapat evaluasi nasional. "Saya rasa yang dibangun adalah politik kebangsaan, politik yang membangun demokratisasi secara egaliter," ungkapnya.

Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami

"Dari Bumi Majapahit, saya mengajak adik-adik mahasiswa dan dari seluruh jajaran Himpunan Mahasiswa Politik Indonesia, bawalah politik kebangsaan menjadi bagian dari ruh proses demokrasi di negeri ini," imbuhnya.

Gubernur berharap, apapun profesi yang nanti akan digeluti oleh para mahasiswa saat lulus kelak, maka dari sisi manapun, dalam profesi apapun, bangun negeri ini sepenuh hati.

Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat

"Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani pernah menyampaikan saat bertemu Presiden Jokowi, bahawa Afghanistan itu hanya tujuh suku bangsa, tapi ketika berbeda pendapat bisa meruncing menajam dan berkepanjangan akhirnya kemudian berpindahlah kekuasaan sekarang ke Taliban," kata gubernur.

Lebih lanjut dikatakan gubernur, 77 tahun Indonesia merdeka, sebuah usia yang  memberikan garansi dari perjalanan panjang yang menunjukkan kepada dunia, bagaimana kerukunan, persaudaraan, persatuan, dan kesatuan dibangun di negeri ini dengan latar belakang harmonisasi 714 suku bangsa. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru