Spanyol Juara Dunia, Lia Istifhama: Era Generasi Muda Telah Tiba, Nobar Grahadi Hidupkan Ekonomi UMKM
MERAHPUTIH I SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi atas keberhasilan Tim Nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina di partai final. Bagi senator yang akrab disapa Ning Lia itu, keberhasilan La Roja bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan simbol lahirnya generasi baru yang siap mendominasi sepak bola dunia.
Lia mengaku sejak awal sudah menjagokan Spanyol untuk mengangkat trofi juara. Prediksinya itu didasarkan pada komposisi skuad yang dipenuhi pemain-pemain muda berkualitas dengan mental bertanding yang matang.
"Timnas Spanyol hebat, berhasil menjadi juara dunia. Mereka tampil disiplin, penuh semangat, dan mampu menunjukkan kualitas hingga akhir pertandingan," ujar Lia, di Grahadi Surabaya, Senin (20/7).
Menurutnya, keberhasilan Spanyol menjadi bukti bahwa keberanian memberi ruang kepada pemain muda dapat menghasilkan prestasi tertinggi. Kombinasi talenta muda dan sistem permainan yang solid membuat Spanyol mampu melewati setiap tantangan hingga akhirnya berdiri di podium juara dunia.
Salah satu pemain yang paling menarik perhatian Lia adalah Lamine Yamal. Bintang muda Spanyol tersebut dinilainya memiliki kemampuan luar biasa meski masih berusia sangat muda. Selain mengagumi kualitas permainannya, Lia mengaku memiliki alasan personal mengapa begitu mendukung Yamal.
"Saya menyukai permainan Lamine Yamal. Selain kualitasnya di lapangan, namanya itu agak mirip dengan nama anak saya, Akmal. Itu menjadi alasan personal mengapa saya menjagokan Spanyol," tuturnya.
Namun, bagi Lia, kekagumannya terhadap Yamal tidak berhenti pada faktor pribadi. Ia melihat sosok pemain muda tersebut sebagai representasi lahirnya era baru yang didominasi Generasi Z.
"Kalau kita bicara keberlangsungan bangsa, saat ini ada di tangan Gen Z. Yamal ini memang mencerminkan eranya. Kita harus mengakui bahwa sekarang adalah zamannya anak-anak muda. Karena itu mereka harus diberi kesempatan untuk terus tumbuh, berkembang, dan berkarya. Bagus kalau kita mendukung jiwa-jiwa muda," katanya.
Lia menilai semangat regenerasi tidak hanya penting di dunia olahraga, tetapi juga menjadi pelajaran bagi berbagai sektor kehidupan, termasuk kepemimpinan, pendidikan, ekonomi hingga pembangunan bangsa. Menurutnya, prestasi yang diraih Spanyol menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk tampil sebagai yang terbaik ketika diberi kepercayaan dan ruang berkembang.
Ia berharap semangat yang ditunjukkan para pemain muda Spanyol dapat menginspirasi generasi muda Indonesia agar terus meningkatkan kemampuan, percaya diri, dan berani mengambil peran dalam berbagai bidang.
Selain mengapresiasi keberhasilan Spanyol, Lia juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menggelar nonton bareng final Piala Dunia 2026 di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang berkumpul bagi para pecinta sepak bola, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima yang dilibatkan selama acara berlangsung.
"Iya. Ini menunjukkan bagaimana Ibu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur selalu dekat dengan rakyat, selalu dekat dengan masyarakat. Jadi ketika ada event-event seperti ini yang dilibatkan sekali lagi adalah UMKM, pelaku usaha sekitar atau PKL-PKL," ujar Lia.
Ia menilai pendekatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mampu menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Kalau kita bicara atmosfer Piala Dunia ini bukan hanya menjadi momen bagi pencinta sepak bola atau penggila bola, tetapi benar-benar masyarakat sekitar yang ikut berjualan juga dilibatkan. Jadi mereka mendapatkan keberkahan dari momentum Piala Dunia ini," ungkapnya.
Menurut Lia, penyelenggaraan acara publik yang berpihak kepada pelaku usaha lokal merupakan langkah yang patut diapresiasi karena menghadirkan efek berganda. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan seperti ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Ia berharap konsep serupa dapat terus dikembangkan dalam berbagai agenda besar di Jawa Timur sehingga setiap kegiatan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan secara langsung oleh warga sekitar.
"Bagi saya, inilah yang paling penting. Sebuah perayaan tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membawa berkah bagi masyarakat yang ikut terlibat di dalamnya," pungkas Lia.(pps)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih