MERAHPUTIH I SURABAYA - Sebanyak 121 warga Jawa Timur dari 37 keluarga berangkat mengikuti program transmigrasi menuju Sulawesi. Masing masing akan ke Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Pelepasan dilakukan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi, Senin (17/10/2022).
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, bahwa kegiatan ini sebagai wujud semangat menggelorakan program transmigrasi.
"Transmigrasi ini terus diupayakan oleh pemerintah dan akan dilakukan pendampingan selama dua bulan agar mereka bisa lebih produktif di tempat baru," ungkapnya.
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyatakan, bahwa program transmigrasi merupakan program pemerintah meningkatkan harkat dan taraf kehidupan masyarakat.
Halim menegaskan bahwa sebelum transmigran ini diberangkat, Kementerian PDTT telah menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari tempat tinggal, rencana mata pencaharian dan juga lingkungan di sana. Bahkan Halim menegaskan bahwa lokasi transmigrasi bukanlah lingkungan yang belum jadi. Melainkan sudah merupakan lingkungan pemukiman.
Halim juga memastikan bahwa kementerian tetap memerikan pendampingan bagi mereka dan mereka juga mendapatkan jaminan hidup selama satu tahun.
"Selama dua bulan kita juga mengirimkan personel pendampingan bagi para transmigran. Selanjutnya kita juga memberi pendampingan dan evaluasi sampai lima tahun, sebelum kita kembalikan ke Pemda setempat," jelasnya.
Lebih lanjut Halim menegaskan bahwa mereka yang dikirim transmigrasi juga akan diberikan pembekalan untuk melakukan kegiatan pertanian.
Ia berharap agar mereka yang berangkat bisa berhasil. Sebab ditegaskannya bahwa transmigran yang berangkat sudah banyak contohnya yang berhasil sukses dan meningkat taraf hidupnya bahkan ada yang sampai berhasil jadi doktor.
"Kita berdoa agar para keluarga yang berangkat diberikan rezeki yang luas diberikan kesehatan sehingga bisa memanfaatkan lahan di area pemukiman yang ada. Kita yakin para transmigran bisa lebih mudah dan beradaptasi dengan area transmigrasi yang ada," tegasnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
Harapan serupa juga disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Secara khusus saat pemberangkatan ia menyampaikan harapannya agar transmigran dari Jawa Timur bisa sukses dan menjadi orang-orang yang berhasil.
"Kita sama-sama berdoa agar mereka yang berangkat hari ini diberikan kelancaran sehingga bisa menjngkatka taraf kehidupan dan kesejahteraan keluarganya,” tegas Khofifah.
Tidak hanya itu, Khofifah juga menitipkan terkait pesan pelestarian seni budaya Jatim meski ada di daerah transmigrasi.
Khofifah menyebutkan, Luwu Timur yang terkenal kaya akan kandungan Nikelnya. Begitu juga di Konawe sampai Muna kaya akan Tambang Emasnya. Sedangkan di Sigi kaya akan sumber daya alam yang produktif.
Dengan kondisi tersebut, Khofifah berpesan agar transmigran memanfaatkan potensi yang ada di sana namun jangan sampai terjebak pada tambang maupun sumber daya alam yang ilegal.
"Semoga transmigran diberikan rezeki yang luas. Karena transmigran yang berangkat hari ini usia produktif maka saya yakin mampu mengangkat ekonomi maupun kesejahteraan keluarga," terangnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Tak lupa, Gubernur Khofifah menitipkan pada para transmigran tentang pesan agar mereka senantiasa menjaga kelestarian seni budaya Jatim meski di tanah Sulawesi.
Bahkan, ia menegaskan bahwa Pemprov Jatim dipastikan siap untuk memberi support bagi transmigran jika membutuhkan perangkat seni budaya khas Jatim. Seperti gamelan atau kesenian reog ataupun yang lain.
"Setiap kali kami menyelenggarakan Misi Dagang bersama provinsi lain, kami mengundang dan bersilaturahmi dengan keluarga besar Jatim. Masyarakat di luar Jawa sangat senang dengan budaya Jawa Timuran seperti reog, gamelan dan kesenian lainnya,” tegasnya.
“Maka jika butuh set gamelan atau kesenian reog dan sejenisnya monggo dikomunikasikan pada kami. Insya Allah kami siap support,” pungkas Gubernur Khofifah.
Total transmigran tersebut terdiri dari 37 KK yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Kediri.
Para transmigran tersebut, 10 KK diberangkatkan ke Mahalona, sebanyak 9 KK transmigran menuju Watutinawu Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Lalu sebanyak 11 KK menuju Raimuna Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara serta sejumlah 7 KK Rombongan Transmigrasi menuju Tongoa, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. (red)
Editor : prass prasetyo