Lolos di Peringkat 369 pada Top 500 Perguruan Tinggi Dunia

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur khofifah Indar parawansa saat menghadiri ulang tahun IKA UNAIR ke - 50 di Hotel Bumi, Kamis (10/11)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan syukur dan rasa bangganya atas prestasi yang dicapai Universitas Airlangga (Unair) yang berhasil naik peringkat dari 465 menjadi peringkat 369 versi QS World dalam Top 500 Perguruan Tinggi Tingkat Dunia. 

"Di tingkat dunia, Unair berada di rangking 369, sedangkan di level Asia Unair berada di peringkat 81. Ini merupakan prestasi yang luar biasa sekaligus hadiah untuk Dies Natalis Unair ke 68," kata Khofifah usai menghadiri ulang tahun IKA UNAIR ke - 50 di Hotel Bumi beberapa waktu lalu.

Baca juga: Dorong Hilirisasi Sawit dan Kakao, BPDP dan Unair Satukan Langkah UMKM Jawa Timur

Gubernur Khofifah berpesan, prestasi membanggakan tersebut harus dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Karena itu, Khofifah yang juga Alumni Unair meminta agar seluruh sumber daya manusia (SDM) mulai dosen dan mahasiswa di lingkungan Universitas Airlangga terus meningkatkan kualitas dan memperkuat sinergitas. Sehingga ke depan, mampu membangun dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. 

"Peningkatan kualitas SDM dan kolaborasi dengan berbagai pihak bisa meningkatkan pencapaian lebih baik lagi ke depannya sekaligus memperbesar peran dan kontribusi Unair bagi masyarakat bangsa dan negara," tegasnya. 

Baca juga: Khofifah Lepas Parade Defile Dies Natalis ke-71 UNAIR: “UNAIR Telah Membesarkan Kita Semua”

Sementara itu Wakil Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Muhammad Madyan mengaku, meski peringkat Unair mengalami kenaikan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, utamanya terkait pemanfaatan inovasi dan ilmu pengetahuan. "Kami akan terus melakukan jejaring, baik dalam negeri maupun luar negeri. Artinya, kolaborasi yang lebih tinggi dengan berbagai pihak. Unair tidak mungkin berdiri sendiri," jelas Nasih.

Prof Madyan juga menegaskan bahwa peringkat baik bukanlah tujuan utama. Proses dan seluruh usaha dalam melakukan perbaikan pada setiap sektor adalah yang menjadi landasan utama untuk terus bergerak maju demi menjadi kampus yang unggul dan diakui dunia.

Baca juga: Mahasiswa UNAIR Raih Medali Perak di Ajang Inovasi Internasional IID 2025

"Dengan langkah dan upaya ini kami tentu berharap bahwa UNAIR bisa dan mampu menjadi SMART University," pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga kini, baru terdapat lima universitas Indonesia yang berada dalam top 500 dunia, yaitu UNAIR, UI, UGM, ITB, dan IPB. (red) 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru