Chacha Frederica: Sempat Cemas Melahirkan ditengah Pandemi

harianmerahputih.id
Sang bayi harus mengenakan face shield. Foto: ist.

MERAHPUTIH|JAKARTA- Akhirnya kebahagiaan Chacha Frederica lengkap sudah.  Setelah hampir lima tahun menunggu kehadiran buah hati, Jumat (24/4) lalu artis papan atas ini melahirkan seorang bayi perempuan.

Rona kebahagiaan terpancar dari pasangan suami istri selebritis ini, kendati sempat cemas karena harus melahirkan ditengah pandemi seperti saat ini. Dimana semua tenaga medis harus mengenakan APD untuk membantu persalinannya. Belum lagi risiko terpapar. Semua bayangan itu akhirnya sirna seketika ketika bayi perempuan yang diberi nama Cassia Shakir Ganinduto ini memamerkan senyumnya.

Baca juga: Titiek Puspa Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Sang Maestro Musik

Karena ditengah pandemi, tak heran bila sang bayi langsung dipasang alat pelindung wajah (face shield). Alat pelindung ini tercetus kala seorang bayi di Thailand lahir ditengah pandemi.

Di laman resmi CDC justru menganjurkan untuk tes pada bayi setelah kelahiran. Sebab akan susah mengetahui bila bayi tersebut terkena Corona. Si bayi apakah terkena sebelum kelahiran atau sesudahnya.

Untuk itu CDC merekomendasikan anak-anak berusia dua tahun ke atas untuk menggunakan masker wajah. Sehingga menghentikan penyebaran virus Corona.

Baca juga: Kasus Pemerasan Bos Skincare, Nikita Mirzani dan Asistennya Resmi Ditahan

Para ahli percaya, anak-anak lebih cenderung menjadi pembawa asimptotik dan dapat secara tidak sengaja menyebarkan virus.

Chacha, sapaan akrabnya semula ingin melahirkan secara normal. Namun pada pembukaan enam sudah tidak terjadi kontraksi, maka ia langsung minta untuk jalani Caesar. “Ketika dokter menawarkan untuk sekali lagi induksi, saya tidak mau, mungkin bayinya udah capek. Akhirnya saya mantab Caesar,” kisahnya.

Baca juga: Fryda Lucyana Sampaikan Pesan Antikorupsi Lewat Suara Emas di Surabaya

Namun, pasangan ini sangat bersyukur mendapat bantuan melahirkan hingga lancar dengan standart penanganan Covid-19. Yang tidak boleh dilakukan adalah mencium bayi, untuk mencegah penyebaran virus corona. Larangan mecium bayi baru lahir untuk mengurangi penularan virus Epstein-Barr (EBV) juga penyebab mononukleosis, bakteri Streptococcus pneumoniae penyebab radang paru invasif, dan penyakit lainnya yang rentan menimpa bayi. (ayn/tribun)

 

Editor : Ayun Rahmawati

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru