Pedagang Pasrah Penghasilan Turun Drastis

harianmerahputih.id
Pedagang jam di Pasar Krian Sidoarjo. ( foto: Bil/hmp)

MERAHPUTIH|SIDOARJO - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sidoarjo, yang dimulai sejak hari ini, Selasa (28/4). Beberapa pemandangan menarik sudah terlihat di wilayah Kota, mulai kondisi lalu lintas yang relatif sepi pada pagi hari, mall yang ditutup, sampai beberapa pasar yang terlihat sepi pembeli.

Selama masa PSBB sendiri, salah satu pasar di wilayah barat yaitu di Pasar Krian, masih tetap beroperasi dengan pembatasan jam operasional atau buka tutup. Buka pukul 04 00 - 11. 00 Wib dan Buka lagi pukul 16 - 00 -20 .00 Hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

Tentunya hal itu cukup memberikan dampak penurunan omzet bagi para pedagang di Pasar. Seperti para pedagang jam yang mengeluhkan sangat sepi pendapatan semenjak diberlakukannya PSBB.

"Hari pertama PSBB diberlakukan, kami sebagai pedagang kaki lima merasa terpuruk. Baru dibuka kemudian tutup belum ada penghasilan," keluh Bajuri salah seorang pedagang jam di Pasar Krian, saat ditemui harianmerahputih.id, Selasa siang (28/4).

Bajuri mengaku, selama masa pandemi Covid-19, penghasilannya setiap hari cenderung menurun."Dampak dari (pandemi) ini saya gak dapat penghasilan. Belanja buat sehari-hari jadi kurang atau bahkan nggak ada," ujarnya.

Dalam sehari yang biasanya mendapatkan hasil sebanyak Rp300-400 ribu. Akibat pandemi ini ia sehari hanya pulang membawa uang Rp100 ribu saja. Bahkan di hari pertama PSBB, ia hanya mendapatkan sebesar Rp25 ribu.

"100 ribu itu sehari pas masa-masa kayak gini, itu juga sama modalnya. Jadi untungnya cuman sedikit saya. Kalau sekarang ini sudah jam segini saya cuma dapat Rp25 ribu tok mas,"katanya

Kini, para pedagang jam yang ada di Pasar Krian hanya bisa pasrah ,dan tetap setia menunggu para pembeli maupun orang-orang yang akan menservis jam atau hanya sekedar mengganti baterai. (Bil)

 

Editor : Lasiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru