MERAHPUTIH I SEMARANG – Presiden of The Sasakawa Peace Foundation (SPF), Atsushi Sunami menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Rabu (15/3/2023). Keduanya terlibat dalam perbincangan mendalam mengenai isu kelautan hingga radikalisme.
Tiba pukul 09.30 WIB, Sunami langsung disambut Ganjar. Tak ada suasana canggung dalam pertemuan keduanya untuk kali pertama. Apalagi, Sunami dan Ganjar dekat dengan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi.
Baca juga: Gubernur Jateng Jamin Mahasiswa Terdampak Banjir Tetap Kuliah
Dalam perkenalannya, Sunami mengatakan sudah sering datang ke Indonesia, namun ini kali pertamanya ke Jawa Tengah. Kunjungannya ini, kata Sunami, sudah lama dinantikan, khususnya untuk bertemu Ganjar.
“Saya sudah lama ingin berkunjung ke Jawa Tengah dan menemui Pak Ganjar, karena seperti yang kami ketahui, dia adalah politisi dan pemimpin yang sangat menjanjikan di Indonesia saat ini,” ungkapnya.
Selain itu, keduanya makin akrab saat mengetahui Sunami masih aktif mengajar sebagai dosen, di kampus tempat istrinya pernah mengenyam studi Magisternya, yakni National Graduate Institute for Policy Studies (Grips) di Tokyo.
Baca juga: Pemprov Jateng–BMKG Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem Saat Nataru
“Saya mendapatkan banyak diskusi mendalam hari ini, dan bagaimana kami bisa berkolaborasi dengan berbagai isu terkait di Jawa Tengah, dan secara umum Indonesia,” katanya.
Jalinan kerja sama antara SPF dan Pemerintah Indonesia sendiri menurut Sunami sudah berlangsung lama. Saat ini khususnya kondisi setelah Pandemi Covid-19 berangsur pulih, banyak potensi kerja sama yang bisa dilakukan lagi.
Baca juga: Jateng Peringati Hakordia, Gubernur Luthfi Tekankan Integritas Pejabat Publik
“Setelah Covid, akan banyak aktivitas yang kembali berjalan. Jadi kami ingin tahu secara pasti, apa yang dapat kami lakukan bersama dengan Indonesia dan Jepang,” ujarnya.
Sunami mengatakan SPF bergerak dalam banyak bidang. Tak hanya tentang antiradikalisme dan pencegahan terorisme, Sunami menyebut pihaknya juga konsen pada isu kelautan, khususnya ilegal fishing. (red)
Editor : prass prasetyo