MERAHPUTIH I SURABAYA - Menghadapi pemilu 2024 mendatang, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni PAN, Golkar dan PPP akan berusaha membuat koalisi kebangsaan yang melibatkan Gerindra, PKB dan PDI Perjuangan.
Ditemui saat buka bersama dalam acara peresmian rumah PAN di Jalan Darmokali Surabaya, Zulkifli Hasan menerangkan KIB akan bertemu dengan Koalisi Indonesia Raya yang didalamnya terdapat Gerindra dan PKB.
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
"Tentu dengan PDI Perjuangan," ucapnya. Jumat (7/3/2023).
Saat ditanya sejumlah jurnalis yang menunggunya sejak sore mengenai adanya kemungkinan PDI Perjuangan mengajukan syarat untuk capres maupun wapres, pria yang biasa disapa Zulhas tersebut menerangkan bahwa pertemuan antar koalisi ini akan bertemu terlebih dulu.
"Nanti kan ketemu dulu, kalau jadi baru dirunding siapa capresnya, siapa wapresnya," tegasnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Sementara itu, berbicara di depan ratusan kader PAN yang hadir, Zulhas menjelaskan, agar politisi yang bernaung di partai berlogo matahari itu tidak mudah baper. Ini karena capres yang diusung partainya yakni Prabowo pada Pilpres 2019 lalu kalah dan kini bergabung dalam pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan RI. Sehingga, dirinya berpesan ke kadernya bahwa bagaimana bisa berperan dalam pembangunan negara.
Untuk itulah, dia mencontohkan perannya sebagai Menteri Perdagangan yang membuat rekor baru dalam sembilan bulan bekerja.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Rekor dalam sejarah, ekspor tertinggi, surplus tertinggi zaman saya jadi Mendag tahun 2022. Surplusnya Rp 900 triliun,” tuturnya.
Masih terkait prestasinya tersebut, Zulhas dalam waktu dekat akan menggalakkan kerjasama ekonomi dengan negara Asia lainnya, agar perekonomian Indonesia meningkat. (red)
Editor : prass prasetyo