MERAHPUTIH I SURABAYA - Lebaran Idul Fitri 2023 tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan dilakukan mulai dari pakaian, kendaraan, rencana mudik hingga mempersiapkan kondisi rumah. Momen hari Raya Idul Fitri seringkali disebut sebagai masa konsumtif, di balik banyaknya pembelian seseorang harus tetap memiliki prioritas terkait beberapa pengeluaran jelang Idul Fitri.
Dosen Ekonomi Syariah UM Surabaya Fatkur Huda membagikan 6 pengeluaran jelang liburan
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Pertama, menurut Fatkur adalah membayar zakat. Zakat Fitrah sebagai kewajiban umat muslim yang harus dikeluarkan sebelum 1 syawal, sehingga pos zakat menjadi prioritas utama yang harus dipersiapkan agar tidak terlewatkan.
“Selain zakat fitrah ada juga zakat mal, apabila kita belum mengeluarkannya maka momen Ramadhan menjadi momen terbaik untuk kita mengeluarkan zakat tersebut,”Kamis (13/4/23)
Kedua, biaya mudik: Sebagai tradisi yang terjadi di Indonesia, bahwa mudik menjadi momen silaturrahim yang saat ini menjadi keharusan bagi yang merantau. Maka kebutuhan finansial untuk kebutuhan mudik harus dialokasikan dengan baik, seperti kebutuhan biaya transportasi, makan, maupun oleh-oleh selama lebaran
Ketiga, makanan lebaran. Lebaran yang identik dengan perayaan silaturrahim menjadi momen untuk berkumpul dengan keluarga, maka dalam rangka menjamu tamu yang berkunjung ke rumah tentu seseorang perlu mempersiapkan kebutuhan makanan baik berupa kue maupun masakan lainnya.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Alokasi pengeluaran ini terkadang membengkak, maka kita perlu mensiasati, salah satunya dengan memasak dan membuat kue lebaran sendiri,”imbuhnya lagi.
Keempat, angpao lebaran. Pengeluran ini tentu menjadi sebuah kebutuhan yang harus dilengkapi, angpau menjadi tradisi yang lekat juga dengan lebaran, adanya fasilitas penukaran uang baru semakin membuat kita akan mengeluarkan angpau, maka perlu direncanakan jumlah dan nominal yang harus dijadikan angpau agar ada batasan, tentu unsur merata menjadi penting dalam pemberian angpau.
Kelima belanja pakaian. Tidak ada kewajiban memakai baju baru saat lebaran, namun kondisi ini terkalahkan dengan tradisi yang ada di masyarakat yang seakan-akan bahwa baju baru menjadi keharusan.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Maka apabila seseorang mengalokasikan belanja pakaian harus hati-hati dan mengontrol pengeluaran ini. Upayakan mencari pakaian yang memberikan potongan harga lebih sehingga tetap bisa menghemat,”katanya.
Terakhir, dana darurat. Sakalipun ini momen lebaran, kita tetap harus berpikir tentang dana darurat, fungsinya adalah untuk mengcover apabila terjadi persoalan selama kita mudik, upayakan dana ini dalam bentuk tunai yang tersimpan.
“Sehingga apabila kita mudik di daerah pedesaan yang jauh akses ATM maka ini menjadi solusi. Catatan bahwa dana darurat hanya dikeluarkan saat kondisi benar-benar mendesak,”pungkas Fatkur. (red)
Editor : prass prasetyo