500 Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Diduga Terpapar Covid-19

harianmerahputih.id
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi. ( foto : Las/hmp)

MERAHPUTIH|SURABAYA - Pabrik rokok HM Sampoerna menjadi tempat tersendiri bagi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Pasalnya ada sekitar 500 karyawan yang diduga terpapar dan 100 diantaranya, telah diisolasi di sebuah hotel di Surabaya.

"Tadi malam kami sudah bertemu dengan pemilik PT Sampoerna, hari ini juga ditindak lanjuti dan disana ada yang positif, dan kemudian dirawat di rumah sakit ada dua orang," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi di gedung Grahadi. Rabu malam (29/4).

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim telah melakukan tracing ke pabrik rokok PT HM Sampoerna, dan teridentifikasi ada 9 karyawannya yang masuk rumah sakit berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Dan diidentifikasi ada sembilan yang sudah masuk rumah sakit sebagai PDP kemudian ada 163 yang sudah di swab, nunggu hasil In Sha ALLAH satu dua hari ini semua," ucap dr. Joni.

Saat dilakukan rapid test, diketahui ada 63 orang hasilnya positif, kemudian diisolasi langsung oleh PT. HM Sampoerna. "Besok akan kita lakukan swab dan kita lakukan swab di RS. Dr. Soetomo," ujar  dr. Joni.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, akan menempatkan tenaga medis di ruang isolasi bagi pasien klaster PT. HM Sampoerna.

"Mulai besok ada tenaga medis yang kita tempatkan di isolasi tersebut, untuk meneliti kondisinya, walaupun tesnya positif, tetapi kondisinya harus baik-baik saja. Jadi tidak menunjukkan batuk, panas tapi harus kita awasi sudah kita isolasi," jelas dr. Joni.

dr Joni menambahkan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim telah menutup satu komplek di pabrik rokok tersebut yang menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Langkah sudah diambil dari tim tracing gugus tugas dan dari dinas kesehatan bahwayang satu komplek sebanyak 500an lebih itu sudah ditutup. Jadi sementara ditutup karyawannya diliburkan yang dekat dengan yang positif yang tadi sudah saya sampaikan besok dilakukan diagnostik pati dengan PCR," kata Dirut RS. Dr. Soetomo tersebut. (Las)

Editor : Lasiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru