MERAHPUTIH I JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar berpesan agar para jurnalis yang tergabung dalam Media Center Haji 2023 (MCH 2023), dapat memberikan informasi secara faktual dan utuh. Hal ini disampaikan Nizar saat menjadi narasumber dalam Edukasi Media Center Haji, di Jakarta.
“Banyak hal menarik yang akan ditemui dalam penyelenggaraan haji sehingga dalam menyampaikan informasi harus memperhatikan data faktual. Informasikan secara utuh dan tidak mengutamakan penafsiran,” pesan Nizar, Senin (8/5/2023) malam.
Baca juga: Presiden Prabowo Tetapkan BPIH 2026, Pemerintah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Haji
Kegiatan Edukasi Media Center Haji, lanjut Nizar, dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dalam konteks pengawalan informasi yang tepat dan akurat dalam pelaksanaan haji tahun ini. “Tiap tahun ada hal yang unik dan konsumsi menarik bagi media. Namun sekali lagi saya tekankan, kesesuaian data menjadi penting. Jadi selalu crosscheck,” pesan Nizar.
Baca juga: Menhaj RI Tekankan Integritas Layanan Jelang Penyelenggaraan Haji 2026
“Sampaikan informasi dengan data valid dan memang dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai malah menimbulkan kegelisahan,” tandasnya.
Nizar mengingatkan tugas MCH termasuk tugas yang berat, termasuk saat melaporkan liputan bisa lewat tengah malam karena perbedaan waktu. Namun, ia juga berpesan agar anggota MCH 2023 tetap harus mengutamakan pelayanan jemaah selama menjadi petugas haji. “Bila ada jemaah yang membutuhkan, segera bantu . Tinggalkan dulu liputannya,” ujar Nizar.
Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia
Sementara Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag Akhmad Fauzin mengungkapkan selama ini Kemenag menggandeng insan media menjadi bagian dari petugas haji dengan tujuan agar informasi terkait penyelenggaraan haji dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Untuk tahun ini, ada 63 orang insan media yang akan bertugas di tanah suci. Mereka akan dibagi dalam tiga daerah kerja (daker), yakni Makkah, Madinah, dan Bandara. (red)
Editor : prass prasetyo