MERAHPUTIH|SURABAYA - Setelah mendapatkan informasi dari RS dr. Soetomo, bahwa ratusan karyawan PT HM Sampoerna terindikasi positif Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung menginstruksikan agar segera menutup pabrik rokok tersebut.
Kordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser mengatakan, setelah kejadian itu pemkot Surabaya langsung mengadakan pertemuan dengan pihak PT HM Sampoerna.
"Jadi setelah kejadian itu kami langsung mengadakan pertemuan dengan pihak perusahaan Sampoerna, untuk membahas kok sampek segitu banyaknya karyawan yang terindikasi virus Covid-19," ujar M. Fikser, Kamis (30/4).
Fikser menjelaskan, intinya harus ada suatu kejujuran yang dilakukan. Artinya, jika ada salah satu karyawan yang memang terindikasi virus Covid-19, perusahaan seharusnya segera melaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya agar tidak semakin menyebar.
"Intinya ialah jujur, maka kalau tidak jujur ya akhirnya bisa menular ke karyawan yang lain. Maka dari itu dengan adanya peristiwa ini, kami (pemkot) meminta kepada perusahaan agar meliburkan karyawannya," tegasnya.
Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Surabaya ini menambahkan, selain itu perusahaan tidak boleh melakukan pemecatan terhadap karyawan karena akan berdampak kepada ekonomi mereka.
"Sekali lagi saya katakan seharusnya perusahaan itu berani melakukan penutupan, ketika mengetahui saah satu karyawanya terindikasi Covid-19. Jadi ya itu kami meminta perusahaan harus segera menutup pabriknya dulu," pungkasnya. ( Gun)
Editor : Lasiono