MERAHPUTIH|GRESIK - Kehadiran Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim dalam seremoni penyerahan perdana Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT DD) di Balai Desa Sidorejo, Bungah, mendapat sorotan dari DPRD Gresik.
Selain mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Sidorejo dan Pemkab Gresik, Ketua Komisi I DPRD Gresik, Jumanto, sedikit mengingatkan kehadiran Wabup di kegiatan tersebut. Menurutnya prestasi pencairan BLT DD, tidak tepat untuk ditunggangi kepentingan politik praktis pencalonan Mohammad Qosim dalam Pilkada Gresik mendatang.
"Semoga kehadiran beliau di seremonial itu jauh dari kepentingan pencalonan. Terlepas memang Pak Qosim memang tidak salah hadir di acara itu," ujar Politisi PDI-P ini.
Menurutnya kepentingan masyarakat terkait BLT DD di masa Covid-19, masih jauh lebih penting. Terlebih dalam memastikan semua warga terdampak mendapatkan haknya. "Jadi kami mengingatkan saja, agar kegiatan-kegiatan baik tidak dimanfaatkan sebagai panggung politik," tambah Jumanto.
Sementara itu, Choirul Huda, politisi PPP yang duduk di Komisi IV DPRD Gresik, menganggap wajar kehadiran Wabup Gresik Moh. Qosim, dalam penyerahan BLT DD di Sidorejo. "Selama kegiatan itu tidak memuat unsur kampanye politik, ajakan mendukung, dan yang mengarahkan, saya pikir itu tidak masalah," ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis (30/4).
Dikarenakan pandemi Covid-19, Penyenggaraan Pilkada Gresik mundur sampai 9 Desember mendatang. Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim digadang maju dalam pencalonan melalui kendaraan PKB yang dipimpinnya. Ketua DPC Gerindra Gresik Asluchul Alif, diprediksi kuat akan jadi tandem Qosim. Sementara sampai saat ini, Fraksi PDI-P dengan enam kursi di DPRD Gresik, belum menentukan sikap politiknya dalam Pilkada Gresik. (yar)
Editor : Lasiono