MERAHPUTIH| MALUKU-Mengutip dari pemberitaan dan perkataan dari Gubernur maluku Murad Ismail, kepada ketua DPRD itu sebenarnya hal yang wajar saja tidak perlu di tangapi dengan membuat statement-statement yang mencari-cari kesalahan pak gubernur,” ujar Pengamat Politik Yonex Sabandar kepada harian merahputih.id, Selasa (4/7) di Ambon.
Menurutnya, yang di bicarakan Gubernur Murad ismail konteksnya adalah ketidakhadiran Ketua DPRD di beberapa acara pemerintahan yang dipimpinnya.
Baca juga: Anthony G Latuheru dan Subhan Pattimahu Siap Ramaikan Bursa Pilkada Kota Ambon
"Seharusnya kita bisa melihat sisi baiknya pak MI panggilan akrab Murad Ismail,” sebutnya.
Kata Yonex, Ketua DPRD dan Gubernur Maluku menjadi satu rangakaian yang tak pernah terpisahkan dan dalam satu Partai PDI-P. “Dan statement yang diucapkan oleh pa MI itu juga mungkin sebagai tanda sayang kepada pak ketua DPRD sebagai ketua partai PDI-P,” bebernya.
Baca juga: Gerindra Potensi Salip PKB dan PDIP di Jatim Versi ARCI, ini Faktornya
“Jadi beliau pingin bersama -sama sejalan dalam hal bekerjasama dan menghadiri acara-acara dalam rangka keharmonisan untuk membangun Maluku ke depan yang lebih baik sehingga saling mengisi kekurangan satu sama yang lain,” tutup Yonex.
Baca juga: Bolone Mas Gibran Bersyukur dan Gelar Tasyakuran Sambut Putusan MK
Apalagi saat ini menurutnya, penyerahan sapi kurban bantuan Presiden. “Jadi sudah sewajarnya apa yang dikatakan oleh pak MI. Presiden kan diusung oleh PDI-P sebagai ketua DPD PDI-P Seyogyanya ketua DPRD harus hadir kan kader partai,” jelasnya.
“Jadi menurut saya menyikapi persoalan yang ada harus dengan otak yang dingin agar bisa tercapainya suatu kebersamaan dalam memimpin Provinsi Maluku yang lebih baik,” katanya. (boy)
Editor : Eko Yudiono