Warga Sekitar Pabrik Rokok Sampoerna Was-Was dan Takut

harianmerahputih.id
Warga Rungkut Kidul melakukan penjagaan malam. Was-was dua karyawan pabrik Sampoerna meninggal akibat Virus Corona. ( foto : ris/hmp)

MERAHPUTIH|SURABAYA - Ada temuan dua karyawan Pabrik Rokok Sampoerna di Jalan Kalirungkut Surabaya, meninggal akibat Positif Virus Covid-19. Dua karyawan PT. HM Sampoerna ini meninggal, pada pertengahan bulan April lalu. Dan dua karyawan yang meninggal, diperkirakan sudah bekerja puluhan tahun. Keduanya seorang perempuan berusia kurang lebih 40'an.

Dua karyawan yang meninggal tersebut, menurut warga Rungkut Kidul, mempunyai riwayat sakit asma sejak kecil. Keduanya berada di satu Kecamatan Rungkut, namun beda lokasi.

Satu karyawan beralamatkan di Rungkut Menanggal dan satu lagi di Rungkut Lor. Warga kampung yang berdekatan dengan rumah kedua karyawan tersebut, sampai saat ini merasa was - was dan takut.

Seperti yang disampaikan oleh Nurul Abidin, salah seorang warga yang rumahnya hanya beda gang dengan salah seorang karyawan pabrik Sampoerna yang meninggal akibat Covid-19. Setelah kejadian itu, warga sekitar lebih antisipasi dan waspada. Seperti menjaga kebersihan, maupun cuci tangan dan memakai masker.

"Sebelum kejadian ada 2 karyawan Sampoerna yang meninggal pun, warga juga sudah waspada mas. Tapi untuk saat ini, warga lebih waspada dan sangat antisipasi," katanya saat diwawancarai harianmerahputih.id, Jum'at malam (1/5).

Selain itu, warga sekitar sebenarnya ingin Rapid Test, namun karena biaya Rapid Test mahal. Sehingga warga tidak jadi. Terlebih lagi, di sekitar Rungkut ini banyak sekali karyawan Sampoerna yang indekos maupun yang juga punya rumah sendiri.

"Lebih baik uangnya dibuat untuk beli bahan pokok sembako mas, bisa buat makan keluarga," tambahnya.

Selain itu, pemerintah kota surabaya sendiri dirasa lambat untuk dapat membantu warga dengan Rapid Test. Padahal, warga sebenarnya juga membutuhkan Rapid Test untuk mengetahui kondisi diri masing - masing warga sekitar. "Saat ini warga juga menjaga lokasi, dengan menerapkan Physical Distancing, serta menutup semua pintu masuk area kampung," ujar Nurul. (ris)

 

Editor : Lasiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru