MERAHPUTIH I SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Tengah pada Agustus 2023 mengalami inflasi 0,03 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,12. Inflasi ini tercatat lebih rendah dari Juli 2023, yang mencapai 0,20 persen.
Kepala BPS Jateng Dadang Hardiwan mengatakan, ada beberapa peristiwa yang memengaruhi inflasi di bulan Agustus 2023. Seperti musim kemarau yang memengaruhi harga beras, adanya panen raya bawang merah, dan tahun ajaran baru.
Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan
“Inflasi Agustus 2023 lebih rendah dibandingkan Juli yang mencapai 0,20 persen. Ini disebabkan turunnya harga bawang merah, telur, daging ayam ras, serta turunnya tarif angkutan udara pascamomen masuk sekolah,” tuturnya, dalam rilis berita daring, Jumat (1/9/2023).
Baca juga: Posyandu Enam SPM Dikebut, Jateng Siapkan Lompatan Layanan Publik
Dadang menjelaskan, tingkat inflasi tahun kalender (Year to Date) Agustus 2023 sebesar 1,57 persen. Sementara itu tingkat inflasi tahun ke tahun atau Year on Year (Agustus 2023 terhadap Agustus 2022) sebesar 3,29 persen.
Dikatakan, ada beberapa kelompok komoditas yang memicu inflasi. Di antaranya, beras, cabai merah, nasi dengan lauk, biaya taman kanak-kanak, dan cabai rawit. Sementara itu, penahan inflasi atau deflasi di antaranya bawang merah, telur ayam ras, tarif angkutan udara, daging ayam ras, dan tarif kendaraan roda empat online.
Baca juga: Pemprov Jateng Kerahkan Bantuan Cepat untuk Korban Longsor Banjarnegara
“Sampai saat ini masih mencapai target inflasi 3 plus minus satu persen,” pungkas Dadang. (red)
Editor : prass prasetyo