Waspadai Sindrom Cabin Fever Saat PSBB

harianmerahputih.id
Bedanya bosan dengan sindrom cabin fever adalah emosi yang meluap dalam bentuk kemarahan atau bahkan sedih.

MERAHPUTIH|Jakarta - Sering stres, marah, dan kesal tanpa sebab selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB)? Waspada, bisa jadi Anda mengalami sindrom cabin fever.

Sindrom cabin fever atau demam kabin merujuk pada gejala-gejala psikologis yang terjadi ketika seseorang berada dalam isolasi dan tak bisa keluar. Menurut dr Andri, SpKJ, psikiater dari Klinik Psikosomatis RS OMNI Alam Sutera, sindrom cabin fever merujuk pada kondisi psikologis saat orang terjebak di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Menkes Dorong Deteksi Dini TBC, Targetkan Penurunan Kematian Secara Signifikan

Menurutnya, tanda-tanda yang sama juga bisa dirasakan orang-orang yang 'terjebak' di rumah saja selama masa pandemi virus Corona Covid-19 dan adanya pemberlakuan PSBB.

"Awalnya dari Amerika zaman dulu, selama musim dingin kan mereka terjebak dalam kabin-kabin kecil, nggak bisa keluar. Jadinya lebih mudah marah-marah, sensitif, mengalami perubahan mood, juga lebih gampang mengalami sedih," tutur dr Andri.

Andri menambahkan, karena berupa sekumpulan gejala psikologis, sindrom canin fever bisa digolongkan sebagai gangguan kejiwaan. Dan ini juga berbeda dengan rasa bosan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan ISPA, Balita Jadi Fokus Utama

Rasa bosan wajar terjadi pada makanan atau situasi tertentu, di saat itu rasa senang tidak muncul sama sekali. Seseorang yang bosan juga tidak mengalami perubahan mood yang menyebabkan marah atau sedih. Sedangkan pada sindrom cabin fever, seseorang rentan mengalami perubahan mood seperti marah dan sedih. Bahkan pada beberapa kasus muncul gejala mirip depresi.

"Bedanya dengan rasa bosan biasa adalah pemicunya. Kalau cabin fever ini pemicunya karena situasi terkurung di dalam ruangan atau tidak bisa ke mana-mana, ya kayak PSBB sekarang ini," jelasnya lagi.

Baca juga: Paramesti Tak Takut Jarum Suntik: Cerita Anak-anak SLB N Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis

Menurut dr Andri, orang-orang yang memiliki gangguan jiwa atau masalah kejiwaan sebelumnya lebih rentan mengalami sindrom cabin fever. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan lebih tinggi tentang kondisi kesehatan jiwa.

"Cara mencegahnya, bisa dengan buka jendela di pagi hari, lihat dunia luar kan masih bisa. Atau ngobrol dengan tetangga asalkan jaga jarak, pakai masker, dan setelahnya cuci tangan," tutupnya. (ayn/dilansir dari suara.com)

Editor : Ayun Rahmawati

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru