MERAHPUTIH I DEPOK - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Muhaimin Iskandar mengatakan dia dan Calon Presiden Anies Baswedan akan mengevaluasi total Program Kartu Prakerja jika memenangi Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024.
Menurut Muhaimin, Kartu Prakerja perlu dievaluasi karena belum efektif menjadikan masyarakat sebagai pekerja andal.
"Program Kartu Prakerja sayangnya hanya menghasilkan orang yang cuma menonton YouTube," kata Muhaumin setelah mengukuhkan sukarelawan Satu Juta Jubir Desa Anies-Muhaimin (AMIN) di Depok, Jawa Barat, Kamis (7/12)
Muhaimin mengatakan ide dasar program Kartu Prakerja merupakan cara-cara pengembangan saat calon pekerja menjalani periode transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Dengan Kartu Prakerja, calon pekerja diharapkan dapat terserap oleh industri.
Muhaimin mengatakan ide dasar program Kartu Prakerja merupakan cara-cara pengembangan saat calon pekerja menjalani periode transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Dengan Kartu Prakerja, calon pekerja diharapkan dapat terserap oleh industri.
Evaluasi yang akan dilakukan Muhaimin dimulai dari memperbanyak kerja sama dengan dunia industri, dan pembiayaan magang kerja yang akan dibantu pemerintah.
Baca juga: PKB Jatim Berfokus pada Penyelesaian Sengketa Pilpres di MK, Tidak Bahas Pilgub
"Orang tidak bisa hanya belajar dengan melihat dan mencatat tapi harus praktik. Jadi tidak perlu lama-lama, tiga, empat, enam bulan cukup," ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Baca juga: Bersama Gus Salam, Laskar Santri Kediri Siap Menangkan Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Lebih lanjut, dia mengatakan tidak ingin mengomentari terkait adanya dugaan penyelewengan dana program tersebut.
"Biar itu urusan kejaksaan dan KPK," katanya. (ANT/red)
Editor : prass prasetyo