MERAHPUTIH I SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, menggelar Rapat Pimpinan & Konsolidasi Wilayah dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024. Kegiatan yang dimulai pada tanggal 24-26 Desember 2023 ini, dihadiri seluruh jajaran KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Gubernur Khofifah hadir bersama Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Drs. Imam Sugianto dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
Pada kesempatan tersebut pula, Khofifah secara langsung menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara KPU Jatim dengan Polda Jatim tentang Sinergisitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi dalam Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Wilayah Jawa Timur.
“Agenda utama kita adalah untuk mengkonsolidasikan terkait jelang pemungutan suara yang kurang lebih 51 hari lagi,” kata Ketua KPU Jatim, Choirul Anam
Anam menyampaikan, bahwa saat ini KPU Jatim telah menyelesaikan 90% kebutuhan logistik Pemilu 2024. Logistik utama, seperti kotak suara, bilik suara, segel, tinta, dan alat coblos, sudah 100% di gudang KPU kabupaten/kota. Sedangkan logistik yang masih berproses adalah surat suara.
“Surat suara sebagian sudah mulai bergeser, sebagian masih berproses dan semuanya kita targetkan maksimal 15 Januari (2024) sudah terdistribusi 100% ke seluruh gudang KPU kabupaten/kota,” kata Anam.
Selain itu, Anam menyebut, KPU Jatim juga telah merekrut 85,5ri total kebutuhan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Artinya, masih ada sekitar 13.000 personel yang belum terpenuhi.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Namun, ia memastikan bahwa kekurangan anggota KPPS tersebut, akan segera ditutup melalui penunjukan langsung maupun kerjasama dengan lembaga pendidikan.
“Kami merekrut 844.000 dan kekurangan kita tinggal 13.000 dan itu bisa kita tutup nanti dengan penunjukan langsung, maupun juga dengan kerjasama dengan lembaga pendidikan. Jadi nggak ada problem,” ujar Anam.
Selain konsolidasi, dalam kesempatan ini, KPU Jatim juga melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Polda Jawa Timur. Kerjasama ini bertujuan untuk pengamanan kegiatan Pemilu 2024. Termasuk pula terkait pengawalan dan penjagaan logistik, sekaligus pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kami melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Polda Jawa Timur, meneruskan MoU yang sudah ditandatangani oleh Kapolri dan Ketua KPU RI,” sebutnya.
Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat
Ketika disinggung, apakah ada kabupaten/kota di Jatim yang menjadi daerah prioritas distribusi logistik KPU, Anam menegaskan bahwa itu adalah Kabupaten Sumenep.
Menurut dia, Kabupaten Sumenep menjadi daerah prioritas pengiriman logistik KPU Jatim karena wilayah ini terdiri dari 126 kepulauan. Terlebih, proses pengiriman ke beberapa pulau ini terkendala jadwal kapal yang hanya per 15 hari.
“Kalau pun kemudian nanti terpaksa tidak bisa melakukan pengiriman melalui reguler, kami juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, maupun Koarmada II, untuk kebutuhan pengiriman menggunakan kapal TNI maupun kapal Polri,” tandasnya. (red)
Editor : prass prasetyo