Mengapa Pendidikan Seksual Harus Diberikan di Sekolah?

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH SURABAYA - Angka kekerasan seksual pada anak di Indonesia terus mengkhawatirkan, mencapai puncaknya dengan lebih dari 3000 kasus pada tahun 2023, seperti yang dilaporkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Yang lebih mencemaskan, pelaku kekerasan seksual pada anak kerap kali adalah orang-orang terdekat bahkan anggota keluarga sendiri.

Menurut KPAI, berita-berita terkini mengenai kasus-kasus ini semakin marak di media cetak dan elektronik. Fenomena ini menciptakan kekhawatiran besar dalam masyarakat, yang semakin sadar akan urgensi perlindungan anak-anak dari ancaman yang datang dari lingkungan terdekat mereka.

Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota

Tidak hanya itu, pesatnya perkembangan internet juga turut memberikan dampak negatif, terutama jika disalahgunakan. Konten-konten berbahaya seperti video dan game berisi pornografi atau kekerasan dapat merusak psikologis remaja dan anak-anak, bahkan memicu perilaku adiksi. Para ahli, seperti Sri Lestari, seorang Dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhamadiyah Surabaya, mengingatkan bahwa adiksi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual.

Sri Lestari menyarankan agar pendidikan seksual menjadi solusi utama untuk menanggulangi masalah ini. Namun, sayangnya, kurikulum yang ada tidak sepenuhnya mencakup aspek pendidikan seksual. Menurutnya, materi yang ada hanya terbatas pada kesehatan reproduksi dan diberikan pada tingkat SMA dan SMP. Lebih lanjut, Sri Lestari menekankan perlunya memasukkan muatan pendidikan seksual sejak dini pada kurikulum sekolah.

Baca juga: Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp55,2 Miliar, Eri Cahyadi Tegaskan Prioritas untuk Kesejahteraan Warga

"Pendidikan seksual pada tingkat taman kanak-kanak dapat membantu anak-anak mengenali dan memahami perbedaan antara laki-laki dan perempuan serta pentingnya menjaga kebersihan organ seks," ujar Sri Lestari.

Pada tingkat sekolah dasar, pendidikan seksual harus disesuaikan dengan tugas dan perkembangan anak-anak tersebut, terkait kesadaran gender dan kematangan hubungan dengan teman sebaya. Mengingat masa pubertas anak-anak SD semakin cepat, pengenalan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi seharusnya diberikan lebih awal.

Baca juga: Jagat Maya Bergejolak, Pemuda Pancasila Surabaya Geram terhadap Konten Bermuatan SARA

KPAI dan para ahli mendesak pemerintah untuk memandang serius implementasi pendidikan seksual dalam kurikulum sekolah. Mereka menegaskan bahwa pemahaman yang benar tentang seksualitas dapat menjadi benteng bagi anak-anak dan remaja dari ancaman kekerasan seksual dan paparan negatif di era internet yang semakin deras. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru