Gubernur Khofifah Resmikan 56 Unit Huntara di Ponorogo

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan 56 huntara di Kampung Indah Puncak (KIP) Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo dan 14 unit di Kampung Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Rabu (17/1/2024)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan 56 Hunian Sementara (Huntara) sebagai langkah relokasi bagi warga terdampak tanah gerak di dua lokasi, Kampung Indah Puncak (KIP) Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, dan Kampung Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Rabu (17/1).

Peresmian dilakukan hari ini dan ditandai dengan penandatanganan dua prasasti oleh Gubernur Khofifah, didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, serta Plh Kalaksa BPBD Provinsi Jatim Andhika N. Sudigda.

Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat

Huntara ini dibangun di tanah Perhutani sebagai solusi relokasi untuk warga yang mengungsi setelah tanah gerak pada awal tahun 2023. Sebelumnya, warga mengungsi di masjid yang juga berfungsi sebagai sekolah di Desa Tumpuk.

Gubernur Khofifah menyampaikan harapannya bahwa Huntara ini dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya. Dia juga berpesan agar warga dapat merasa betah tinggal di Kampung Indah Puncak dan kembali memulai kehidupan mereka.

"Tentu kami berharap bahwa huntara ini menjadi pilihan yang bisa memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua penghuninya," ujar Gubernur Khofifah.

Khofifah juga menyoroti perluasan solusi terkait mata pencaharian para warga, karena lokasi baru ini cukup jauh dari lokasi sumber penghidupan sebelumnya.

"Sekarang lokasi ini agak menjauh dari lingkungan kerja mereka, itu yang harus dicari solusi. Kita harus memikirkan bagaimana sumber mata pencaharian mereka itu akan tetap tumbuh," harapnya.

Dalam pandangannya, Khofifah melihat potensi wisata yang bisa dikembangkan di kawasan Huntara ini. Dia menggagas ide pengembangan desa wisata atau ekonomi yang sesuai dengan topografi wilayah.

Baca juga: KPK Sisir Dua Rumah Pejabat Ponorogo, Jejak Kasus Monumen Reog Menguat

"Tadi saya melihat cuacanya masih berkabut, sekarang kabut menghilang indahnya makin tampak. Perlu kita pertimbangkan kalau ini bisa dijadikan desa wisata kira-kira desa wisata apa yang potensial, apakah tepat jika wisata Glamping," kata Gubernur Khofifah.

Khofifah berpesan kepada Pemkab Ponorogo dan Perhutani untuk mengembangkan desa wisata atau ekonomi sesuai dengan potensi masyarakat di Desa Tumpuk dan Desa Bekiring.

"Masyarakat punya potensi seperti apa yang bisa dikembangkan dan seterusnya perlu dikaji terus, sehingga kalau ada desa wisata di desa ini, maka itu sesuai dengan kemampuan dan semangat masyarakat di sini untuk menumbuh kembangkan desa wisata di tempat tinggal mereka," ujarnya.

Pada akhir acara, Gubernur Khofifah meninjau unit-unit Huntara yang telah berdiri kokoh dan memberikan suntikan semangat kepada para penghuni dengan memberikan 56 unit kompor gas. Ia juga melakukan penanaman 10 pohon Kalpataru sebagai simbol keberlanjutan.

Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan

Gubernur Khofifah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung proses pembangunan Huntara ini. Ia berharap warga yang tinggal di Huntara dapat memulai kehidupan baru dengan penuh semangat dan keberlanjutan.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dari Gubernur Khofifah, sementara salah seorang penerima Huntara, Suparman (45), juga mengucapkan terima kasih karena kini dapat menempati Huntara yang aman.

Semua pihak berharap Huntara ini tidak hanya memberikan tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi awal dari pembangunan ekonomi dan potensi wisata di kawasan tersebut. (red)

 
 
 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru